10 Kesalahan Manajemen yang Menyebabkan Karyawan Resign

109348093

Foto: gettyimages.com

Banyak alasan yang bisa membuat karyawan berhenti kerja dan sebagian besar di antaranya datang dari kesalahan manajemen perusahaan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Punya banyak fungsi. Manajemen mengharapkan satu orang bisa mengerjakan tugas yang seharusnya bisa dikerjakan dua hingga tiga orang. Akhirnya, karyawan terpaksa bekerja lembur terus-terusan bahkan bekerja di akhir pekan.

2. Penghematan berlebihan. Perusahaan berusaha memotong anggaran di bidang administratif. Akibatnya, karyawan lebih banyak menghabiskan waktu mengerjakan tugas-tugas, seperti fotocopy, mengatur file, mengirim faks, dan pekerjaan administratif lainnya.

3. Tak ada promosi. Ketika perusahaan membekukan kenaikan gaji, promosi, dan bonus, para karyawan pun tidak segan meninggalkan perusahaan serta pindah ke tempat yang menawarkan hal tersebut.

4. Tidak stabil. Karyawan akan merasa khawatir ketika melihat keuangan perusahaan tampak tidak stabil dan akhirnya memutuskan untuk pergi secepat mungkin.

5. Ada ‘anak kesayangan’. Saat manajemen punya satu karyawan yang jadi ‘anak kesayangan’, dengan memberi mereka pekerjaan yang menyenangkan, perjalanan bisnis lebih sering, hingga pujian berlebih, karyawan lain bisa merasa tidak dianggap.

6. Promosi untuk yang tidak kompeten. Manajemen perusahaan justru mempromosikan orang yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman. Mereka malah tidak melihat karyawan yang justru memberi kontribusi lebih banyak pada perusahaan. Pada saat inilah, karyawan tersebut memilih untuk mencari perusahaan lain yang lebih menghargai mereka.

7. Budaya perusahaan tidak memuaskan. Perusahaan sepertinya menciptakan struktur organisasi yang kaku dan kemudian membuat setiap departemen untuk saling bersaing. Padahal di depan karyawan, pihak manajemen meminta semua orang untuk saling bekerjasama dan mengagungkan kerja tim. Budaya perusahaan yang bertentangan justru membuat karyawan tidak percaya pada pihak manajemen.

8. Tujuan sering berubah. Sepertinya perusahaan tidak memiliki tujuan yang jelas, sehingga menyebabkan karyawan merasa bingung harus bekerja seperti apa untuk memuaskan manajemen.

9. Sering dipindahkan. Ketika masuk pertama kali, Anda berada di divisi promosi, namun kemudian dipindah ke bagian logistik. Saat manajemen terlalu sering memindah-mindahkan karyawan ke berbagai divisi, pada akhirnya mereka menjadi tidak betah. Karena bisa saja bekerja di divisi tersebut tidak sesuai dengan minat dan keahlian mereka.

10. Bos tidak cocok. Pada kenyataannya, karyawan paling sering berhenti bukan karena tidak cocok dengan manajemen, tapi karena sikap bos atau atasan langsung yang buruk kepada mereka.

Sumber: http://m.kabar24.com

 

Leave a Reply