10 Kesalahan Pewawancara Kerja

137925939Tak hanya pelamar kerja yang kerap melakukan kesalahan saat sesi wawancara. Para pewawancara juga bisa memiliki pemikiran yang salah tentang para kandidat yang mereka wawancarai. Pernahkah Anda mendengar bahwa tak selamanya kandidat yang terbaiklah yang berhasil mendapatkan pekerjaan?

Nah, jika ini terjadi, kesalahan tentunya ada pada deretan pewawancara kerja. Kesalahan ini umumnya bersifat permanen, bukan kebetulan semata, karena menyangkut pengalaman-pengalaman masa lalu, training yang salah, juga budaya yang berkembang di sebuah perusahaan. Berikut sepuluh kesalahan yang sering dilakukan para pewawancara kerja, seperti dikutip dari careerbuilder.com.

Pewawancara yang baik pasti akan menghasilkan karyawan terbaik

Tidak selalu begitu. Pasalnya, banyak pelamar kerja dengan kualifikasi yang baik namun gagal saat proses wawancara kerja. Alasan kegagalan mereka bisa beragam, salah satunya karena gugup.Justru mereka yang kurang memiliki kualifikasi yang tepat sering terpilih menjadi karyawan baru hanya karena keahlian wawancara mereka dan kemampuan mereka menunjukkan citra bahwa mereka akan menjadi karyawan yang baik dan bisa bekerja sama dengan tim. Demi mencegah hal tersebut terjadi, ada baiknya menggunakan berbagai langkah agar mampu menjaring calon pelamar yang benar-benar berkualitas.

Pertanyaan yang baik mengurangi kesalahan pilihan

Para manajer merasa, dengan mengajukan pertanyaan yang bagus kepada pelamar, maka mereka akan mendapatkan jawaban yang baik dan memberi pertanda baik. Ini mungkin saja ada benarnya, namun yang paling tepat justru dengan mendengar detail dari jawaban pewawancara juga dengan memperhatikan reaksinya terhadap pertanyaan yang diajukan bisa memberikan gambaran yang lebih tentang si pelamar.

Pengalaman kalah dengan gelar

Walau gelar adalah nilai tambah, namun bisa jadi kandidat terbaik justru tidak memiliki gelar yang diinginkan perusahaan. Padahal pengalaman hidup, pengalaman kerja, bahkan hobi bisa dijadikan pertimbangan yang tak kalah pentingnya. Jadi jika memang penampilannya mengesankan, tak ada salahnya diberi kesempatan.

Manajer HRD berhak menentukan siapa yang terpilih

Mereka sebenarnya tak punya hak sepenuhnya untuk menentukan keputusan soal karyawan baru. Tugas mereka hanyalah menyaring pelamar yang tidak sesuai kualifikasi dan mana yang sesuai dan sangat baik untuk dipertimbangkan. Selebihnya atasan merekalah yang berhak menentukan pilihan terakhir.

Manajer akan merekrut sebanyak mungkin orang yang mereka perlukan

Yang benar, mereka akan merekrut sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan tak akan mau bertindak bodoh dengan merekrut banyak karyawan dengan risiko mengalami kerugian di masa depan. Yang paling penting, sebelum menentukan jumlah karyawan yang akan direkrut perhatikan perkembangan perusahaan.

Tes tertulis lebih penting daripada wawancara

Sebuah proses rekrutmen idealnya berisi sebuah tes tertulis, wawancara, melihat resume, latar belakang pelamar, dan referensi yang menyertainya. Tes dilakukan untuk melihat kemampuan dan mengetahui bagaimana calon karyawan bereaksi terhadap suatu situasi. Namun, tes tidak akan lengkap tanpa wawancara. Proses wawancara yang baik, juga latar belakang pelamar akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang pelamar, dan hanya dengan keseluruhan proses pula, perusahaan bisa mendapatkan kandidat terbaik.

Kandidat yang memiliki sejarah sukses akan mendapatkan masa depan yang sukses

Sejarah memang penting, tapi dia hanya sebagian kecil dari sebuah puzzle besar. Pasalnya, kesuksesan seseorang umumnya dipengaruhi oleh lingkungan dan tim kerja yang baik. Jadi ,jangan hanya melihat sejarah kesuksesan kandidat tapi juga melihat segala elemen secara keseluruhan.

Wawancara yang berstruktur adalah yang terbaik

Banyak pewawancara yang belum pernah mengikuti pelatihan untuk mewawancarai pelamar kerja. Perusahaan lantas menyiasatinya dengan menyuruh pewawancara menanyakan pertanyaan yang sama kepada seluruh pelamar kerja. Ini jelas langkah yang salah karena pewawancara akan kehilangan detail yang penting dari sebuah sesi wawancara kerja.

Melakukan tes terhadap pelamar adalah hal yang riskan

Tes wawancara sering kali mengarah ke hal yang terlalu pribadi hingga dianggap melanggar privasi. Tapi dengan tidak melakukan tes yang tepat kepada para pelamar, juga akan berakibat fatal pada perusahaan karena tes sangat penting untuk mengetahui kemampuan pelamar dalam mengatasi tekanan kerja dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan.

Calon terbaik ada di luar perusahaan

Belum tentu benar. Bisa jadi, justru karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut yang layak untuk mengisi posisi itu. Ada baiknya perusahaan menguji coba karyawan yang memenuhi standar tersebut dan lihat bagaimana kinerjanya di posisi baru itu.

Sumber: http://lifestyle.okezone.com

Leave a Reply