3 Tanda Bawahan Menilai Anda Atasan Menyebalkan

leader

Foto: gettyimages.com

Sikap bawahan sama pentingnya dengan pendapat atasan atas kerja Anda. Ketika Anda merupakan manajaer baru, bisa jadi Anda mendapatkan respon atas apa yang Anda lakukan dari bos Anda. Namun bagaimana Anda mengetahui respon dari bawahan Anda? Pendapat mereka pun sama pentingnya dengan pendapat atasan.

Memang betul bahwa Anda bertanggungjawab pada atasan, namun bawahan pun sama pentingnya karena pada merekalah divisi atau tim Anda bekerja mencapai target yang diberikan pada perusahaan. Karenanya, hubungan dengan bawahan sebaiknya tidak hanya berdasarkan pada kewajiban atau antara atasan dan bawahan saja, namun sebagai rekan yang bekerja sama bukan karena paksaan.

Lantas bagaimana jika Anda mendapati komunikasi dengan bawahan macet? Berikut tiga tanda yang menunjukkan mereka berpikir bahwa Anda atasan yang menyebalkan:

1. Mereka bersikap seolah-olah Anda tidak ada
Ada tipe atasan yang ketika masuk ruangan, semua bawahannya langsung berusaha terlihat sibuk bekerja. Seolah dengan melintas di depan Anda sekalipun, dia bisa memerintah Anda. Namun ada juga tipe atasan yang saat melintas pun, anak buahnya tetap melanjutkan kerja dan hanya menengok saat dipanggil atau ditanya. Bahkan ucapan selamat pagi pun tidak cukup membuat anak buah menengok. Seorang manajer yang baik tidak selalu harus menjadi teman setiap orang, namun dengan kehadirannya saja siapa pun menaruh hormat.

2. Mereka tidak melibatkan Anda dalam perkembangan informasi.
Jika tim Anda terus menerus meninggalkan Anda dalam setiap perkembangan informasi, maka ini masalah besar. Mengapa karyawan tidak melibatkan atasannya? Biasanya ini karena mereka tidak merasa dekat dengan atasannya atau bahkan berbagi informasi akan menyebabkan masalah daripada solusi. Atau lebih buruk lagi, mereka ingin membuat Anda gagal sebagai pimpinan.

3. Mereka tidak menjalani aturan yang Anda terapkan
Sebagai manajer, Anda tidak selalu harus dianggap sebagai teman, namun seberapa baik tim Anda mengikuti aturan yang Anda buat, maka ini adalah indikator bahwa mereka mematuhi Anda. Ketika tim Anda tidak peduli dengan konsekuensi ketika melanggar aturan, itu berarti mereka tidak peduli dengan perasaan Anda. Sebagai bawahan, mereka sudah seharusnya mempertimbangkan pikiran Anda dan konsekuensi yang Anda terapkan.
Sumber: http://www.beritasatu.com

Leave a Reply