5 Perusahaan AS dengan Upah Karyawan Terburuk

Mc DonaldsBeberapa perusahaan Amerika Serikat yang sukses dan dengan laba menggunung, ternyata memiliki banyak karyawan bergaji rendah. Sementara itu, anggota dewan direksi perusahaan tersebut dibayar ratusan juta dolar AS per tahun.

Dikutip dari USA Today, Senin 13 Mei 2013, data Capital IQ, Standard & Poor’s 500, dan 24/7 Wall St menunjukkan perusahaan-perusahaan yang memiliki laba dan pertumbuhan yang tinggi memiliki sejumlah besar pekerja berupah rendah.

Padahal, posisi karyawan yang berupah rendah ini memiliki peranan penting bagi keberhasilan perusahaan, karena bersentuhan langsung dengan para konsumen. Namun, mereka dibayar rendah karena tidak menghasilkan uang.

Walt Disney, adalah salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar ini. Banyak orang yang bekerja di taman hiburan Walt Disney dibayar rendah. Namun, gaji karyawan di ESPN dan studio film Walt Disney mendapatkan gaji yang lebih baik.

Memang, tidak ada aturan perusahaan, apalagi perusahaan publik untuk menghargai seluruh karyawan jika memiliki laba tinggi. Namun, kompensasi yang lebih tinggi akan membuat karyawan bekerja lebih semangat dan akan memberikan keuntungan lebih besar bagi perusahaan.

Berikut lima perusahaan AS dengan laba tinggi, namun dengan bayaran kepada karyawan rendah:

1. Comcast

Pertumbuhan saham per tahun: 44,5 persen
Pertumbuhan saham lima tahun terakhir: 93,6 persen
Jumlah karyawan: 129 ribu
Kompensasi CEO: US$29,1 juta

Comcast merupakan perusahaan kabel terbesar di AS dengan laba bersih US$6,2 miliar pada tahun fiskal 2012. Dalam 12 bulan terakhir, saham perusahaan naik 44 persen. Perusahaan ini mengambil langkah cerdas dengan diversifikasi usaha mengakuisisi NBC Universal dua tahun lalu. NBC Universal mengoperasikan bisnis televisi kabel dan siaran, serta studio Universal Pictures.

Namun, bagian customer services, direct sales, dan account executive Comcast masih dibayar dengan rendah, hanya US$13,39 per jam.

2. Walt Disney

Pertumbuhan saham per tahun: 50,9 persen
Pertumbuhan saham lima tahun terakhir: 93,5 persen
Jumlah karyawan: 166 ribu
Kompensasi CEO: US$40,2 juta

Walt Disney berdiri sejak 1923 dan saat ini telah berkembang mencakup Walt Disney studios, Disney consumer products, dan jaringan televisi Disney, yang di dalamnya termasuk ESPN. Bahkan, Disney memiliki Disney Institute, yang melatih manajemen dan karyawan perusahaan lain.

Disney melaporkan pendapatan sebesar US$42,3 miliar, atau naik tiga persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu,laba bersih tercatat US$5,7 miliar, atau tumbuh 18 persen. Lonjakan laba didorong dari taman hiburan dan divisi resort.

3. McDonald’s

Pertumbuhan saham per tahun: 6,9 persen
Pertumbuhan saham lima tahun terakhir: 68,2 persen
Jumlah karyawan: 440 ribu
Kompensasi CEO: US$13,8 juta

Industri makanan cepat saji terbesar di dunia, McDonald’s, bernasib lebih baik dibanding industri lainnya yang terpukul kemerosotan ekonomi. Namun, situasi tersebut tidak berimbas ke sebagian besar karyawan.

McDonald’s dikenal sebagai perusahaan garis depan yang membayar karyawannya dengan upah rendah. Gaji rata-rata kasir McDonald’s hanya US$7,69 per jam. Sehari setelah Presiden Barack Obama menaikkan upah minimum US$9 per jam, saham McDonald’s anjlok.

Upah yang rendah menyerang moral perusahaan. Baru-baru ini, pelanggan mengeluh pelayanan McDonald’s yang kasar dan tidak profesional. Namun, para eksekutif perusahaan bergeming. McDonald’s belum mengumumkan rencana untuk memberikan sedikit keuntungan kepada para karyawan.

Sebaliknya, pada akhir 2012, perusahaan akan membagikan dividen sebesar US$5,5 miliar kepada para pemegang saham, tradisi yang dilakukan sejak 1976.

4. AT&T

Pertumbuhan saham per tahun: 13,5 persen
Pertumbuhan saham lima tahun terakhir: -7,1 persen
Jumlah karyawan: 241 ribu
Kompensasi CEO: US$22,2 juta

AT&T mencatatkan laba bersih sebesar US$7,3 miliar pada 2012, dan pendapatan US$127,4 juta. Kinerja itu meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatat laba hanya US$3,9 juta dan pendapatan US$126,7 juta. Chief executive officer (CEO) perusahaan, Randall Stephenson, menerima kompensasi hingga US$20 juta atas prestasi ini.

Perusahaan mengumumkan akan mengubah layanan telepon kabel tradisional dengan layanan broadband. Kondisi ini akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran perusahaan. Padahal, beberapa karyawan hanya mendapatkan gaji sebesar US$10 per jam.

5. Time Warner Cable

Pertumbuhan saham per tahun: 22 persen
Pertumbuhan saham lima tahun terakhir: 8,8 persen
Jumlah karyawan: 51 ribu
Kompensasi CEO: US$17,3 juta

Sepanjang 2012, saham Time Warner melonjak 22 persen dengan kompensasi CEO yang cukup tinggi, yakni US$16 juta pada 2011 dan US$17,3 juta pada 2012. Namun, gaji rata-rata layanan pelanggan hingga teknisi di lapangan diupah US$12-15 per jam. (art)

 

Sumber: VIVAnews

Leave a Reply