6 Tipe Orang yang Dibutuhkan Startup Anda

SMembutuhkan Tenaga Kerja yang berkualitas? Jangan Abaikan Ke-3 Hal Iniebuah perusahaan memiliki kualitas yang sama dengan kualitas orang-orang yang ada di dalamnya. Kalimat ini sungguh menjadi kenyataan jika Anda memiliki sebuah startup. Tim dalam sebuah startup biasanya berjumlah terbatas dan mereka inilah yang menjadi cerminan langsung dari visi, misi, dan etos kerja sebuah startup.

Menurut entrepreneur Bernd Schoner, ada 6 tipe orang yang diperlukan sebuah startup. Bila keenamnya ada dalam sebuah startup, peluang untuk sukses akan makin besar.

1. Sang bintang jenius: Tipe ini memiliki penguasaan teknis yang mumpuni dan di atas rata-rata. Startup dengan seorang jenius yang piawai dalam hal teknis akan lebih kuat di arena persaingan.

2. Sang pemimpin: Inilah tipe kepribadian CEO. Pilihlah orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk masuk dan menjabat sebagai CEO yang bisa menyatukan perbedaan pendapat dan mendapatkan respek dari anggota tim yang lain.

3. Sang  veteran industri: Orang ini telah mengenyam pengalaman yang banyak dalam bidang industrinya dan rekam jejaknya sudah tidak diragukan lagi. Orang ini tidak hanya mengetahui apa yang benar-benar diinginkan konsumen, bukan hanya menciptakan sesuatu yang keren atau sedang tren.

4. Sang penjual: Ia tidak hanya tahu tentang teknologi tetapi juga bagaimana menjualnya ke konsumen potensial. Ia mampu menjelaskan manfaat produk bisnis dengan menarik dan lugas bagi calon konsumen sehingga mereka merasa tidak bisa menolak tawaran produk itu.

5. Sang superstar: Jenis orang ini mungkin adalah jenius teknologi atau CEO namun ia bisa menggerakkan orang dalam startup di saat-saat sulit. Ia memiliki kemampuan pemasaran yang menonjol dan menikmati tugas untuk berjejaring di berbagai konferensi dan pertemuan industri.

6. Sang guru keuangan: Memiliki orang ini dalam startup Anda akan menjamin keteraturan dan kerapian catatan keuangan dan pengeluaran, yang krusial bagi startup yang haus dana. Startup memerlukan orang ini untuk mengatur keuangan agar tidak terjadi burnout (kurangnya dana).

Sumber: http://seputarartikelbisnis.blogspot.com/

Leave a Reply