7 Tips Merencanakan Pensiun bagi Wanita

57277616Tak mudah merencanakan pensiun dengan aman, apalagi untuk seorang wanita.

“Perencanaan pensiun itu sulit bagi semua orang. Dan akan lebih sulit lagi bagi perempuan,” ungkap David Littell, Direktur Program Penghasilan Pensiun di The American College.

Sebenarnya, strategi pensiun bagi seorang perempuan tak jauh berbeda dengan laki-laki. “Ini perlu disiapkan lebih keras jika ingin nyaman di masa pensiun,” ujar David.

Berdasarkan data survei Ameriprise Financial’s New Retirement Mindscape 2013 City Pulse, hanya 38 persen wanita yang melaporkan bahwa mereka  dapat menikmati masa pensiun.  Ini relatif rendah dibandingkan  46 persen laki-laki yang menyatakan hal yang sama. Hasil ini terutama disebabkan, kebanyakan wanita berusia lebih panjang daripada pria. Sementara kebutuhan yang dapat ditanggung dari uang pensiun relatif terus meningkat.

Kendati menghadapi hambatan yang unik, perempuan masih bisa merencanakan pensiun dengan aman. Berikut caranya:

Cari penasihat keuangan terpercaya
Cari penasihat keuangan yang dipercaya baik oleh Anda dan  pasangan.  Cobalah berkonsultasi dan rencanakan tabungan jangka panjang demi kepentingan terbaik Anda. Ingat, penasihat keuangan terbaik adalah ahli yang mampu menyelaraskan pikiran Anda dan pasangan ke dalam rencana keuangan masa depan.

Sadari  perjuangan pensiun ini  unik
Bahkan dengan semua variabel lain, perempuan relatif memiliki usia hidup lebih lama. Ini  artinya, mereka harus menyiapkan penghasilan tambahan sekitar satu atau dua persen dari tabungan pensiun.

Komitmen penghematan
Lakukan  penghematan secara skala prioritas, dan sisihkan uang seperti halnya pekerjaan rumah. “Ini seperti membersihkan rumah. Sisihkan sedikit demi sedikit uang, bisa setiap hari, seminggu sekali, ataupun sebulan sekali.

Studi menunjukkan, perempuan lebih mungkin menghabiskan uang untuk anak-anak ketimbang disisihkan untuk ditabung di rekening pensiun. Anda harus menyisihkan uang pensiun terlebih dahulu, dan tidak perlu takut melakukannya.

Ambil peran aktif
Pria sering bertanggung jawab untuk investasi rumah tangga, terkadang membuat banyak rencana juga untuk istri yang bekerja dengan program tabungan pensiun ala mereka.  Pastikan menjadi bagian dalam pengambilan keputusan dengan mengetahui strategi dan semua sumber penghasilan, serta bagaimana proyeksi yang diharapkan. Jangan lupakan fakta bahwa kebanyakan wanita yang pensiun dan telah ditinggal suami untuk selamanya, harus  menangani keuangan untuk beberapa hal.  Oleh karena itu, Anda perlu memahami situasi keuangan rumah tangga dan proyeksi anggaran rumah tangga nantinya.

Jangan takut risiko
Tak bisa dipungkiri, wanita cenderung berinvestasi lebih konservatif dibandingkan pria. Justru karena itu, wanita membutuhkan lebih banyak uang. Mereka juga memerlukan pensiun lebih lama untuk menekan risiko.

Pertimbangkan memasuki dunia kerja kembali
Siapa pun yang bekerja selama 10 tahun di perusahaan yang sama, berhak mendapatkan tunjangan jaminan sosial. Namun pertimbangkan untuk bekerja kembali  jika pensiun memang tak mencukup. Bahkan kendati pun mendapatkan gaji yang lebih kecil.

Buat rencana jaminan sosial
Manfaat jaminan sosial untuk wanita berbeda dengan laki-laki. Biasanya laki-laki memiliki jaminan sosial lebih besar dibanding wanita. Begitu pula dengan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa umumnya baru dapat diambil manfaatnya secara maksimal jika seseorang telah melewati usia 70 tahun. Dimana uang premi akan dikembangkan hingga 176 persen lebih besar, sehingga mencukupi untuk kebutuhan hidup. Oleh karena itu, jangan bergantung pada rencana jaminan sosial saja.

Sumber: http://www.tabloidnova.com/

Leave a Reply