9 Tips Menulis Iklan Lowongan Kerja

155285407

foto: gettyimages.com

Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai puluhan juta orang, tetapi mengapa rekan-rekan HRD masih kesulitan mencari calon karyawan yang dapat mengisi posisi yang dicari?

Seperti kita ketahui bersama dalam proses recruitment, sebelum memutuskan seorang kandidat diterima atau tidak, recruiter harus memastikan dahulu apakah kandidat (calon karyawan) sudah cocok dengan job-nya dan cocok dengan budaya organisasi-nya, hhmm sulit bukan? karena sulitnya mencari kandidat yang cocok, praktisi HRD harus mengetahui faktor-faktor kunci keberhasilan dari proses recruitment.

Faktor-faktor kunci keberhasilan proses recruitment

  • Job Specification yang tepat dan benar
  • Job Description yang updated & Valid
  • Pemilihan source (sumber tenaga kerja)
  • Penulisan Iklan Lowongan Kerja
  • Pemilihan media iklan (koran, internet, majalah, radio, TV,dll)
  • Pemilihan metoda seleksi & alat-alat seleksi
  • Teknik Interview
  • dll

Seperti diuraikan di atas, ada beberapa faktor kunci keberhasilan proses recuitment, dalam artikel HRD kali ini akan diuraikan salah satu faktor kunci keberhasilan proses recruitment yaitu menulis iklan lowongan kerja yang tepat dan benar. Berikut tips menulis iklan lowongan kerja, diantaranya:

1. Job Position

Nama jabatan atau nama posisi yang kita cari harus ditulis secara jelas, uraikan sedikit penjelasan tentang nama posisi / job position tersebut jika nama posisi tersebut tidak umum, jarang ada di perusahaan lainnya.

2. Kode Lowongan

Kode ini sangat dibutuhkan untuk mensortir banyaknya lamaran kerja yang masuk, dengan menuliskan kode lowongan, akan meringankan kerja staff HRD dalam memilah lowongan kerja yang masuk berdasarkan posisi jabatannya.

3. Nama Perusahaan, Jenis Industri & Core Business

Penting sekali kita menuliskan nama perusahaan, jenis industri dan core business perusahaan. hal ini sangat diperlukan karena kandidat akan tahu dengan jelas perusahaan yang dituju, jenis industri dan bisnis utama perusahaan. Keuntungan bagi HRD, dengan menjelaskan secara terang apa jenis industri dan bisnis utama diharapkan kandidat yang melamar lebih tepat dan terpilih.

Tetapi untuk alasan khusus, ada beberapa perusahaan yang tidak mau menyebutkan nama perusahaannya untuk menghindari konflik di internal perusahaan, itu sah-sah saja, misalnya sebuah perusahaan ingin mengganti HRD Manager-nya, sementara posisi HRD Manager masih diduduki oleh HRD Manager lama, untuk menghindari konflik, maka iklan lowongan kerja boleh saja tidak mencantumkan nama perusahaan, tetapi tetap harus mencantumkan jenis industri dan core business perusahaan. Sebagai catatan, masalah pencantuman nama perusahaan, masih banyak perusahaan yang tidak mau menuliskan nama perusahaannya di iklan lowongan kerja dengan berbagai macam alasan berdasarkan karakteristik problem yang mungkin dihadapinya.

4. Job Description

Tuliskan uraian pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya secara singkat dan padat, penulisan job description sangat berguna bagi pencari kerja dan juga bermanfaat bagi staff HRD, karena dengan penulisan job description diharapkan lamaran yang masuk sudah terseleksi dengan sendirinya.

Sumber: http://www.sentrabisnis.com

Leave a Reply