Alasan Kuat Wanita Pilih Profesi HRD

104821246Divisi Human Resource Development (HRD) dalam sebuah perusahaan memang menjadi area krusial karena berhubungan langsung dengan kelangsungan sumber daya manusia yang menjadi aset perusahaan. Tak heran, dibutuhkan tenaga terampil sekaligus potensial untuk menduduki jabatan ini. Dan wanita menjadi sosok yang pantas untuk mendudukinya. Apa alasannya?

Selain profesi sekretaris, kursi penting di sebuah perusahaan yang paling potensial untuk diduduki wanita adalah jabatan dalam divisi HRD. Saat ini, jumlah dari pekerjaan HR di seluruh segmen industri mencapai lebih dari 60 persen di mana wanita secara dominan menduduki jabatan tersebut. Idiva mengungkap alasannya.

Wanita adalah orang yang fokus

Alasan mengapa divisi HR lebih baik diiisi oleh wanita adalah bahwa wanita jauh lebih fokus ketimbang pria. Dengan sikap tersebut, tentu akan berdampak pada kemajuan karier mereka. Wanita sangat pandai mengumpulkan umpan balik secara objektif serta menawarkan konseling karier. Tentu ini sangat bermanfaat bagi posisi HR di mana mereka perlu menjalin kedekatan dengan para karyawan yang menjadi sumber daya mereka.

“Tuntutan kompetensi SDM di mana dibutuhkan pemahaman kebutuhan masyarakat dan menjamin pengakuan karyawan menjadi agenda utama divisi ini. Wanita lebih siap untuk menakar hal ini karena mereka dapat lebih berorientasi dengan tim dan orang-orang,” kata Indira Bharadwaj, Direktur Eksekutif di Ernst & Young.

Nirupama VG MD, staf perekrutan di perusahaan AdAstra mengatakan bahwa wanita lebih menghibur saat menyampaikan soft skill atau konseling serta meyakinkan peserta saat pelatihan berlangsung.

Wanita memiliki keterampilan mengasuh

Area tugas bagian HR saat ini tidak hanya berurusan dengan manajemen personalia semata, tapi juga berkembang ke persoalan manajemen yang sangat komprehensif di mana melibatkan pemahaman orang, pekerjaan mereka serta memahami situasi kehidupan stres seseorang. HR Profesional menghadapi tantangan untuk terus berinovasi guna menciptakan lingkungan kondusif di tempat kerjanya.

Ruang ini menawarkan banyak sekup seperti spesialis rekrutmen, spesialis kompensasi, spesialis desain dan pengembangan organisasi, spesialis pelatihan, spesialis keterlibatan karyawan dan spesialis orientasi. Lata Rajan, Direktur Penyedia Layanan HR Mafoi mengatakan, wanita umumnya memiliki sifat lembut, sensitive, dan fleksibel sehingga sangat cocok mengatasi segala inovasi yang terus berkembang.

Sumber: http://lifestyle.okezone.com

2 Responses to Alasan Kuat Wanita Pilih Profesi HRD

  1. ardin ardin says:

    Well, iya perlu diakui wanita memang lebih banyak bekerja di area HR. Dan tingkat sensitivitas yang tinggi juga membantu mereka lebih peka terhadap kondisi karyawan diperusahaan tersebut. namu untuk tampu kepemimpinan di HR, saya rasa kurang cocok bila wanita menjadi seorang manager HRD. Terkadang ada sisi lemah di wanita, terlalu bermain perasaan. Itu perlu, tapi terkadang menjadi sifat penghambat.

  2. Vicensius Dhoni Hermoko says:

    Waduh, judul dan isinya tidak sesuai. Kalau ini sich subyektif sekali. Jangan sampai nanti ada tulisan sebaliknya, mengapa kaum lelaki tidak memilih profesi sebagai sekretaris atau menulis tema tentang tidak nyamannya punya pimpinan perempuan. Nah, kalau ini yang terjadi, bisa jadi kita hanya akan jadi ajang debat tak berakhir dan tidak lagi mencerminkan kaum profesional. Saya selalu mengacungi jempol para perempuan yang dengan penuh profesionalitas melakukan pekerjaannya. Apapun. Jadi, mohon antara judul dan isi dicek lagi. Sama sekali tidak nyambung. Admin, mohon baca dulu setiap artikel yang akan diposting. Terima kasih.

Leave a Reply