Benarkah Lembur Bikin Kita Makin Produktif?

overtime-executive-order-665x385Ada yang mengatakan, lembur bikin produktivitas meningkat. Benarkah begitu? 

Ada beberapa orang yang merasa sangat bangga karena sering melakukan lembur, bahkan mereka melakukan itu sebagai sebuah kehormatan. Kenyataannya, jam kerja yang sangat panjang dapat menjadi kontra-produktif dan berbahaya bagi kesehatan Anda. Seperti yang dikatakan Dr Ev Innes, seorang profesor Occupational Therapy di Southern Cross University, hal-hal berikut perlu Anda pertimbangkan lagi:

Kerja dan Tetap Sehat
Sebagai pekerja, mungkin Anda pernah merasa iri dengan para pengangguran karena mereka punya banyak waktu untuk dirinya. Namun Dr Innes mengingatkan, secapek-capeknya kerja, memiliki pekerjaan adalah lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Banyak penelitian menunjukkan, orang yang menganggur atau tidak bekerja memiliki kesehatan yang lebih buruk dibandingkan mereka yang bekerja,” terang Dr Innes.

Dengan bekerja, Anda memiliki keterlibatan sosial, ada perasaan bahwa Anda berkontribusi dalam satu hal, merasa aman secara finansial, dan melakukan rutinitas harian. Kuncinya adalah keseimbangan. Banyak penelitian, salah satunya yang dilakukan University College London, yang menghubungkan terlalu banyak bekerja dengan kesehatan yang buruk. Mereka menemukan depresi sebagai salah satu dampaknya.

Selain itu, lembur juga menimbulkan kecemasan dan tingkat stres yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika pekerjaan Anda sudah mengambil alih keseluruhan hidup Anda, berarti Anda sedang dalam bahaya besar.

Mitos Produktivitas
Anda mungkin berpikir, dengan bekerja lebih lama, Anda bisa lebih produktif. Salah!

“Sebuah studi mengenai efek lembur dan produktivitas justru menyatakan, terlalu banyak lembur justru bisa menimbulkan masalah presenteeism. Yakni, di mana Anda ada hadir, tapi produktivitas justru menurun (tidak ada hasil),” kata Dr Innes.

Lembur biasanya membudaya karena dorongan atasan yang “senang” bawahannya terus berada di meja kerja mereka. Atasan menganggap, dengan terus berada di meja kerja, bawahannya akan bekerja lebih serius. Padahal, itu bukan jaminan, bukan?

Solusi Jangka Panjang
Budaya “bekerja keras” dalam perusahaan harus tetap disesuaikan dengan penghasilan yang berhak Anda terima. Berapa lama Anda bekerja setiap hari di kantor tentunya sudah diatur dalam kontrak kerja. Jika Anda bekerja melebihi waktu itu, seharusnya ada kompensasi (uang lembur).

Jika perusahaan menuntut lebih dari apa yang seharusnya, seperti pekerjaan di luar jobdesc dan jam kerja yang melebihi aturan, ada baiknya Anda melakukan negosiasi personal dengan perusahaan. Jika perusahaan tidak bisa diajak bekerja sama, Dr Innes menyarankan untuk Anda mencari perusahaan yang menerapkan jam kerja yang lebih baik dan membuat kebijakan yang menyejahterakan karyawannya.

Jadi, masih berpikir lembur bikin produktivitas meningkat?

Sumber: http://www.tabloidnova.com/

Leave a Reply