Cara Menghentikan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

109438140Kita semua pada dasarnya senang berada di zona nyaman. Di pagi hari, kita malas keluar dari kehangatan selimut untuk segera beranjak dari tempat tidur, akhirnya harus terburu-buru melakukan kegiatan berikutnya.

Kadang kita menghabiskan belasan menit ngerumpi pada jam kerja, dan tidak segera memulai pekerjaan, akhirnya harus membawa pekerjaan ke rumah.  Kita menunda membayar pajak kendaraan, dan akhirnya harus mengeluarkan uang tambahan sebagai denda. Kita menunda-nunda olah raga hingga berbulan-bulan dan akhirnya kita terkejut ketika berat badan naik beberapa kilogram.

Kebiasaan menunda itu diidentikkan dengan kemalasan. Pikiran dan tubuh Anda seperti mengatakan “jangan ganggu saya”, atau “gak bisa ya lihat saya tenang?” Dan, konsekuensinya pasti  kita terima di akhir.

Tentu saja ada beragam alasan kreatif mengapa kita menunda. Bisa saja alasan tersebut sangat masuk akal, dan menjadikannya senjata membela diri. Akan tetapi alasan tersebut sebenarnya menyimpangkan kita untuk melakukan sesuatu  yang nyata, yang akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan emosional. Kita stress ketika menyadari banyak hal yang terbengkalai.

Ketika saya di usia anak-anak, nenekku sering menegur “hei berhenti dulu bermain”. Ia berharap agar saya kembali melakukan apa yang lebih penting saat itu. Meski bermain identik dengan aktivitas anak-anak – karena sebagian besar waktu mereka untuk ini, namun kita orang dewasa juga sering lupa bahwa kita masih saja bermain di waktu yang tidak tepat. Bermain pada waktu yang tidak tepat ini berarti mengabaikan prioritas.

Bagaimana cara agar tidak menunda pekerjaan

Margie Warrel – penulis Stop Playing Safe, dalam Forbes  mengemukakan 7 strategi yang dapat membantu Anda menghentikan kebiasaan menunda. Ketujuh strategi ini tentu saja harus dijalankan untuk memacu Anda segera bertindak dan memudahkan Anda dalam melakukannya.

1. Tuliskan tujuan Anda dan tetapkan tenggat waktu.

Mengapa demikian? Karena tujuan tanpa tenggat waktu dapat ditunda tanpa batas waktu. Tujuan sama seperti mercusuar yang menarik kita untuk mendekat. Tanpanya, kita menghabiskan waktu mengapung di kegelapan, tanpa arah.

2.  Bagi tujuan Anda ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil.

Semakin besar tujuan Anda atau perubahan yang ingin Anda buat, semakin cepat anda letih dan mengalami kebosanan. Jadi jika tujuan Anda terasa terlalu besar, sederhanakan dan bagi ke dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil. Mungkin anda harus menyelesaikan sebuah laporan dengan tenggat 1 bulan. Anda akan membaginya ke dalam beberapa bagian dan berapa jam kerja yang harus anda alokasikan setiap hari.

3. Visualisasikan apa yang Anda ingin capai.

Bayangkan apa yang ingin anda wujudkan. Bayangkan diri Anda setelah pencapaian tersebut, apa yang anda peroleh dan bagaimana perasaan Anda saat itu.

4. Manfaatkan ketakutan.

Ketakutan adalah emosi yang kuat yang dapat membuat kita terpenjara dengan berbagai alasan. Kita tahu bahwa kita tidak dapat melakukan semua hal dengan mudah. Itu pasti. Anda tidak ingin gagal dan itu yang mendasari ketakutan.

Adik saya pernah mengungkapkan kekuatirannya menghadapi suatu persentase yang akan diadakan di depan audiens yang cukup besar. Kekuatiran itu sebenarnya bersumber dari ketidaksiapan materi persentase yang ia miliki saat itu. Satu-satunya cara adalah segera menyiapkan materi dan data-data yang dibutuhkan, lalu mulai melatih diri berbicara di depan teman-temannya. Hasilnya, seminggu kemudian ia pulang dengan senyuman.

Jadi tuliskan bagaimana agar Anda berhasil. Ketahui kelemahan, dan lakukan upaya untuk menutupi kelemahan tersebut.

5. Membangun akuntabilitas.

Kita adalah mahluk sosial. Kita perlu dukungan dan mendukung orang lain. Kita memiliki mitra dalam keluarga, tempat kerja dan kehidupan sosial lainnya.

Membangun kepercayaan sangat bermanfaat untuk memperoleh dukungan dari mitra kita. Ketika diri kita lemah, kita memperoleh penguatan dari mitra, sehingga kita dapat meneruskan upaya pencapaian tujuan kita. Bahkan, anjuran mereka juga sangat penting untuk dipertimbangkan ketika kita membuat suatu keputusan.

6. Hargai pencapaian Anda.

Merayakan pencapaian atau suatu kesuksesan merupakan cara menghargai diri sendiri. Ini juga bentuk berbagi  kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman Anda. Sepanjang itu cara bersenang-senang yang sehat, pasti pantas untuk di lakukan.

7. Bertindak dengan berani.

Ini kedengarannya seperti membangunkan super-hero yang ada dalam diri Anda.  Bertindak berani tidak selalu dibutuhkan untuk melakukan tindakan-tindakan heroik. Sepanjang hidup kita, kita lebih banyak memiliki tugas-tugas kecil ketimbang besar, akan tetapi justru keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil itu yang  menghantar kita mencapai tujuan yang besar.

Beranilah bangun tepat waktu. Berani membuka file Anda segera dan memulai pekerjaan. Berani memulai survey ketika Anda ingin membangun suatu bisnis. Berani mengambil kelas pelatihan yang membuat Anda makin terampil. Berani mengatakan tidak jika itu mengakibatkan penundaan, dan sebagainya.

Demikian 7 strategi yang membantu Anda untuk menghentikan sifat menunda-nunda kegiatan. Jika memungkinkan, lakukan hari ini. Jangan menunggu besok.

Sumber: http://www.tipsmu-tipsku.com/

Leave a Reply