Cara Menyusun Sistem Performance Appraisal yang Efektif

Cara Menyusun Sistem Performace Appraisal yang EfektifDalam setiap perusahaan besar, salah satu program HR development yang paling ditakuti karyawan biasanya adalah performance appraisal atau penilaian performa kerja.

Bagi banyak karyawan di berbagai perusahaan, performance appraisal tidak dipandang sebagai program pengembangan sumber daya melainkan sebagai medan penyiksaan dimana tiap tindakan diamati, kesalahan dicatat dengan teliti dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan jabatan, kemajuan karir serta gaji yang mereka terima.

Walaupun banyak pemilik perusahaan yang beranggapan bahwa performance appraisal rutin akan lebih mendorong kinerja para karyawan, nyatanya kegiatan ini justru lebih sering mendatangkan stres dan tekanan berlebihan kepada karyawan serta dianggap kurang efektif dalam hal pengembangan mutu karyawan sendiri.

Plus, banyak pemilik perusahaan yang hanya menganggap hasil performance appraisal yang rendah sebagai kesalahan bagian rekrutmen atau karyawan sendiri serta tidak melakukan tindak lanjur dan introspeksi. Karena hal tersebut, konsep performance appraisal dalam HR development kini mulai digeser oleh performance management.

Apa itu performance management? Secara umum, performance management didefinisikan sebagai upaya atau proses untuk menciptakan lingkungan kerja yang dapat membantu karyawan agar dapat memberikan performa terbaik mereka sesuai kemampuan masing-masing.

Jika anda berpikir bahwa hal ini merupakan pemborosan bagi perusahaan, pikirkan lagi; konsep performance management kini telah dianggap sebagai salah satu konsep HR development yang dapat menggantikan performance appraisal karena dianggap lebih efektif dalam jangka panjang serta cenderung memberikan kepuasan yang lebih besar baik pada pemilik perusahaan maupun karyawan itu sendiri.

Jika anda sering mendengar cerita tentang perusahaan yang mengalami kemunduran karena kehilangan banyak karyawan potensial serta memiliki tingkat pindah-kerja yang tinggi, ada kemungkinan bahwa perusahaan itu tidak memiliki program performance management yang baik.

Perusahaan yang memiliki performance management yang baik cenderung memiliki tingkat kepuasan karyawan yang lebih tinggi, lingkungan kerja yang lebih mendorong komunikasi yang baik, mudah dalam menarik calon karyawan potensial serta peningkatan signifikan dalam performance appraisal.

Strategi Membuat Performance Management di Perusahaan
Performance management merupakan bagian dari HR development yang seharusnya sudah dilaksanakan bahkan sejak sebuah perusahaan dimulai. Berikut adalah panduan umum dalam membuat sebuah performance management yang baik di perusahaan:

1. Buatlah deskripsi tugas yang jelas sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tinjau kembali deskripsi tugas dari masing-masing jabatan di perusahaan anda (bila perusahaan sudah lama berdiri).

2. Tingkatkan keefektifan proses seleksi dengan memastikan bahwa mereka yang direkrut memang memenuhi standar dan kebutuhan perusahaan berdasarkan deskripsi tugas yang telah dibuat.

3. Lakukan negosiasi dengan calon karyawan terutama yang memiliki potensi tinggi; jangan lupa menyebutkan rincian deskripsi tugas, faktor penilaian performa, gaji yang sesuai serta jenjang karir yang dapat diraih.

4. Buatlah program pelatihan dan orientasi yang efektif serta tidak hanya terkesan sebagai tempelan; pastikan bahwa tiap karyawan mengerti betul deskripsi tugas serta apa yang diharapkan perusahaan dari mereka.

5. Tetapkan periode bulan-bulan awal karyawan baru bekerja sebagai periode coaching dan feedback, misalnya 6 bulan pertama; pastikan bahwa karyawan baru terus didampingi selama periode ini sambil terus diberi pengarahan dan diobservasi. Bila perlu, tugaskan karyawan senior dari bidang kerja yang sama untuk menjadi mentor.

6. Rancang sistem penghargaan yang benar-benar menunjukkan apresiasi perusahaan bila seorang karyawan meraih sebuah prestasi atau memberi sumbangsih besar kepada perusahaan sesuai dengan deskripsi tugasnya masing-masing.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam HR development adalah melakukan exit interview, yaitu proses wawancara mendalam yang dilakukan pada karyawan yang ingin keluar, terutama bila karyawan tersebut merupakan karyawan potensial. Wawancara ini harus dilakukan dalam suasana yang netral, obyektif dan tidak mengintimidasi.

Sumber: rajapresentasi.com

 

Leave a Reply