Dampak Positif Konflik Dalam Organisasi

Menyikapi tak terelakaanya konflik, maka kalau kemudian konflik ini di organisir menjadi sebuah alat dalam mengkondisikan organisasi dalam proses adaptasi atas lingkungan yang berubah. Sebagai otoritas hendaknya segera menyadari kalau hal ini tidak diatasi maka akan menjadi sebuah kebuntuan dalam konteks pertumbuhan organisasi yang diharapkan.

Beberapa perusahaan besar cenderung memelihara konflik dalam membangun organisasinya untuk menghasilkan strategi yang signifikan. Exxon mobile dengan kebijakannya “healthy Disrespect,” memanfaatkan konflik untuk menguji setiap strategi yang akan dilaksanakan hingga setiap celah dapat diatasi, minimal diantisipasi.

Manfaat konflik dibutuhkan ketika organisasi sedang mencapai kematangan (mature), pada saat mencapai kematangan maka ide-ide organisasi sulit timbul, karena ide sudah terpakai habis. Agar tidak terjadi kemunduran perusahaan maka konflik dibutuhkan untuk memunculkan ide-ide baru untuk membuat perusahaan tetap bertahan pada keadaan puncaknya, dibutuhkan strategi seperti yang sudah diungkapkan diatas untuk menimbulkan konflik yang tepat agar dapat membawa manfaat bagi organisasi

Beberapa keuntungan konflik dapat dirumuskan seperti : 

  1. Konflik sebagai pengembang daya dan semangat kerja (menghasilkan energi jika dihadapkan pada saingan).
  2. Memiliki nilai diagnosis (merupakan alat deteksi dini, bagi masalah yang akan segera muncul).
  3. Pemacu kreativitas (dalam pencarian solusi yang baru dan kreatif terhadap permasalahan yang dihadapi).
  4. Memfokuskan pada tugas (konflik merangsang para pelaku bekerja lebih keras untuk menyelesaikan tugas yang sedang dilaksanakan).
  5. Sebagai umpan balik (menyetel persepsi terhadap realitas), sebagai empowerment (pendorong kelompok yang tadinya tidak aktif menjadi lebih aktif menyodorkan ide untuk menyelesaikan masalah).
  6. Sebagai katup pengaman (jika muncul konflik yang lebih intens)
  7. Berfungsi sebagai pancing (untuk memancing wacana-wacana yang cemerlang dan penting bagi organisasi).
  8. Sebagai alat pembelajaran (dalam menyampaikan pandangan dengan jelas), dan mendorong ke arah perubahan (katalis perubahan).

Pickering (2000 : 3), meringkas beberapa manfaat konflik dalam organisasi sebagai berikut :

  1. Menambah motivasi
  2. Mempertinggi problem
  3. Kepaduan group
  4. Pencocokan yang real
  5. Menambah skil pengetahuan
  6. Mempertinggi kreatifitas
  7. Berkontribusi untuk tercapainya tujuan
  8. Pendorong untuk pertumbuhan.

Begitu juga dengan Nelson dan Quick (1977 : 178) yang menyebut kosekwensi positif dari konflik antara lain :

  1. Menuju ide baru
  2. Merangsang kreatifitas
  3. Perubahan motivasi
  4. Menaikkan kekuatan organisasi
  5. Membantu individual dan group membuat identitas
  6. Menyajikan sebagai nilai aman untuk menunjukkan problem

Sumber: http://psikologi-pio.blogspot.com/

Leave a Reply