Dapat Bayaran Cuti Sakit, Karyawan Cenderung Produktif

Cuti Sakit, Karyawan Cenderung ProduktifPerusahaan sudah seharusnya memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para karyawannya. Penemuan teranyar mengungkapkan, karyawan yang mendapat bayaran cuti sakit cenderung lebih sehat dan produktif ketimbang pekerja lain yang tidak mendapatkan akses ini.

Temuan tersebut didukung hasil laporan US Centers for Disease Control dan Prevention National Institute for Occupational Safety and Health. Dalam laporannya mereka menemukan bahwa pekerja yang mendapat bayaran cuti sakit 28 persen lebih rendah untuk menderita cedera fatal karena pekerjaan.

Mereka yang bekerja di sektor industri dengan risiko tinggi, seperti pekerja konstruksi, manufaktur dan kesehatan (yang sering menderita sakit, keseleo, patah tulang dan cedera kronis) akan mendapatkan manfaat dari adanya pembayaran cuti sakit.

“Studi ini menyoroti bagaimana pekerjaan dan kesehatan personal saling terkait,” kata Dr John Howard, dalam rilis berita CDC.

“Ini konsep dari total kesehatan pekerja. Perusahaan harus berupaya menciptakan lingkungan yang sehat baik di rumah maupun di tempat kerja. Karena kemajuan perekonomian suatu negara tergantung pada kemampuan dan produktifitas pekerja,” tambahnya.

Data yang dipakai dalam penelitian berasal dari data survei nasional yang dikumpulkan antara tahun 2005 dan 2008 pada 38.000 pekerja di sektor swasta. Para peneliti menemukan bahwa pekerja bidang kesehatan dan teknisi yang tidak mendapat bayaran cuti sakit, 18 persen lebih mungkin untuk mengalami cedera ketimbang rekan mereka yang mendapat bayaran cuti sakit.

Studi ini juga menemukan bahwa pekerja konstruksi yang tidak mendapat bayaran cuti sakit 21 persen lebih mungkin untuk mengalami cedera berkepanjangan ketimbang pekerja konstruksi yang mendapat bayaran cuti sakit.

Mengapa kemungkinan sakit lebih tinggi? Itu karena mereka tidak mau mengambil cuti sakit karena takut kehilangan pendapatan. Padahal, memaksakan bekerja saat saat akan meningkatkan risiko cedera. Hal ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa kurang tidur, kelelahan dan konsumsi obat tertentu dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang fatal.

“Jika orang lebih sedikit bekerja saat mereka sakit, ini akan mengurangi risiko cedera di tempat kerja,” kata peneliti utama Abay Asfaw.

Penulis penelitian juga menunjukkan bahwa temuan mereka mendukung penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa mendapat bayaran cuti sakit terkait dengan waktu pemulihan yang lebih pendek dan mengurangi komplikasi penyakit. Selain itu, pembayaran cuti sakit bagi pekerja dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Peneliti menyimpulkan, perlu penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami bagaimana pembayaran saat cuti sakit bisa menguntungkan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam American Journal of Public Health.

Sumber : Kompas.com

 

Leave a Reply