Diskriminasi Karyawan Berjilbab

Meskipun undang-undang negara kita menjamin kebebasan beragama, namun pada praktiknya masih banyak ketimpangan yang terjadi dalam mengakomodasi hak asasi manusia ini.

Sebagai contoh, meskipun seringkali tidak dipublikasikan secara terbuka, banyak perempuan yang beragama Islam merasa bahwa tempat kerja mereka kurang mengakomodasi pilihan mereka untuk berbusana muslimah. Di perusahaan-perusahaan tertentu atau profesi-profesi tertentu, perempuan yang berkerudung terpaksa harus menghadapi pilihan untuk memilih tetap berkerudung atau kehilangan pekerjaannya.

Ternyata, diskriminasi atas karyawan berjilbab (atau berhijab) bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Di Mesir misalnya, wanita yang berkerudung baru diperbolehkan menjadi presenter televisi nasional atau bekerja di maskapai penerbangan setelah mantan Presiden Morsi berkuasa. Setelah Morsi digulingkan, kelonggaran atas peraturan ini pun kembali dipertanyakan.

Kontroversi tentang hijab di tempat kerja pun baru-baru ini muncul di propinsi Quebec di Kanada, di mana pemerintahnya berencana untuk melarang atribut-atribut bersimbol agama di ruang publik, termasuk kerudung bagi perempuan Muslim. Peraturan ini tentu saja mengundang pro-kontra dari berbagai pihak karena Kanada memiliki masyarakat yang sangat multikultural.

Advertisement by Lakeridge Health hospitalsmYang menarik adalah tak lama setelah rencana peraturan pemerintah Quebec tersebut diumumkan, sebuah rumah sakit di Ontario mengeluarkan iklan employer branding yang menampilkan wanita berhijab dengan tagline: “We Don’t Care What’s in Your Head. We Care What’s in It (Kami Tak Peduli Apa yang Ada di Atas Kepala Anda. Kami Peduli Apa yang Ada di Dalamnya). Iklan ini diluncurkan untuk menarik para ahli tenaga medis dari wilayah Quebec yang kemungkinan akan kehilangan pekerjaan jika peraturan baru yang melarang hijab tersebut dilegalisasi.

Ya, jika seseorang kapabel dan profesional atas pekerjaannya, mengapa mendiskriminasikan orang tersebut hanya karena secarik kain penutup kepala? Tentu saja di lain pihak, perempuan yang berhijab juga harus memberi kesan yang profesional dengan cara berbusana muslimah yang rapi dan disesuaikan dengan suasana dan ritme kerjanya.

Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply