Followership, Suatu Kepemimpinankah?

Followership, Suatu Kepemimpinankah?Followership atau kepengikutan merupakan sesuatu yang asing kedengarannya. Istilah ini mungkin juga kurang disukai sebagian besar orang yang sudah menjadi seorang pemimpin ataupun yang ingin menjadi pemimpin. Namun suka atau tidak suka, mau atau tidak mau setiap orang memiliki sisi followership dalam setiap kehidupannya.

Misalkan seorang manager yang memiliki anak buah  tetap adalah seorang bawahan terhadap atasannya. Bahkan secara ekstrim , seorang owner yang kelihatannya tidak memiliki sisi  kepengikutan ternyata juga adalah seorang yang mengikuti keinginan keinginan pasar.

Ira Chaleff mengatakan “followership is an art”.  Followership begitu penting bagi dunia kepemimpinan dan tidak dapat dipisahkan dari leadership. Followership adalah suatu fondasi untuk memahami leadership lebih baik. Jika Anda ingin berhasil sebagai seorang leader, Anda harus menjadi seorang follower yang baik. Anda harus menguasai followership jika Anda ingin menjadi “a good leader”.

Kehidupan seorang leader adalah kehidupan yang terus menerus memberikan pengaruh bagi orang-orang yang dipimpinnya dan itulah pengabdiannya. Sangat berbeda dengan seorang follower dimana melakukan apa yang diinginkan atasannya dengan perfomance yang terbaik yang dapat ia berikan, itulah pengabdiannya. Sadar atau tidak kedua sisi follower dan leader ini memberikan keseimbangan dalam kehidupan seseorang sehingga dapat menghindarkan pemimpin dari kepemimpinan otoriter yang salah. Sebaliknya bagi seorang follower yang juga adalah seorang leader membuatnya memahami lebih baik apa yang harus dilakukan karena menyadari iapun menuntut hal yang sama dari anak buahnya. Bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Jika seseorang mengerti how to be a good follower maka tidak akan sulit baginya untuk kelak menjadi seorang pemimpin yang baik.  Followership sebenarnya adalah dasar dari leadership. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak boleh dilompati. Pendidikan untuk menjadi seorang leader dimulai dari menjadi seorang follower. Jika seseorang lulus dengan   “cum laude” sebagai seorang follower , ia cenderung akan menjadi pemimpin yang lebih bijak karena ia sendiripun pernah mengalami saat2 di bawah dan bahkan masih berada di bawah pimpinan orang lain.

Ada banyak kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan bagi seorang follower yang baik. Seorang atasan akan dengan murah hati memberikan kesempatan bagi para follower yang loyal dan kompeten. Tidak ada alasan untuk tidak menaikkan orang yang demikian. Itu sebabnya adalah penting untuk menyadari adanya followership ini dalam dunia kepemimpinan dan dikembangkan sebagai dasar yang kuat yang tidak akan menggoyahkan seorang pemimpin.

Sebagai follower, maka pemimpin mengalami ujian kerendahan hati dan bila ia lulus, ia akan semakin bercahaya sebagai seorang calon leader. Selain itu ujian-ujian lain masih banyak menanti, seperti ujian loyalitas, ujian kepatuhan pada atasan, dan sebagainya. Semuanya merupakan sekolah terbaik untuk menjadi seorang leader.

Jika saat ini Anda berada di posisi follower tanpa sisi sebagai leader, jangan kecil hati. Anda harus dapat melihat dengan visi ke depan bahwa Andalah kelak yang akan menjadi seorang follower. Kerjakan bagian Anda yang harus Anda lakukan dengan gembira dan kesadaran yang penuh bahwa Anda sedang bersekolah dalam sekolah terbaik bagi seorang calon pemimpin. Tidak perlu bermimpi langsung melompat  ke atas sebagai seorang leader, jalani saja kehidupan Anda sebagai follower yang baik dan waktu akan menghadiahkan kepada Anda pada saatnya nanti.

Selamat menikmati waktu-waktu Anda sebagai follower dan dapatkan hasilnya segera.

(dr Vera Herlina/IC/BL)

Sumber: businesslounge.co

Leave a Reply