Ini Akibat Fatal Jika Jatah Cuti Tak Pernah Diambil

laziness-work1-500x330Berdasarkan undang-undang tenaga kerja setiap karyawan berhak untuk mendapatkan cuti. Pemerintah dan lembaga ketenagakerjaan telah mengatur dan menyediakan beberapa jenis cuti yang dapat diambil oleh karyawan, dimana cuti berlaku selama 12 hari kerja dalam satu tahun.

Namun ada beberapa workaholic yang terkadang tidak mengambil cuti hari kerja yang sudah disediakan oleh perusahaan.

Pilihan ini tentu bukan menjadi suatu kesalahan, tapi apakah ada dampak yang terjadi jika Anda tidak mengambil cuti dalam bekerja?

1. Daya Tangkap Berkurang
Psikolog klinis dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi., mengatakan seorang karyawan yang tidak pernah mengambil cuti, secara psikologis daya tangkap terjadap pekerjaannya menjadi berkurang. Kenapa diberlakukan cuti untuk setiap perusahaan, karena berfungsi untuk mengistirahatkan diri sejenak dari sibuknya pekerjaan sehingga pikiran jadi lebih segar dan jernih setelah liburan dan siap untuk bekerja dengan performa yang lebih baik.

2. Sulit Konsentrasi
Dampak negatif lainnya adalah mengalami kesulitan berkonsentrasi. Selain itu daya ingat juga mulai menurun karena otak yang terus berpikir keras tanpa henti, tidak ada ‘jeda’ sama sekali. Akibatnya produktivitas kerja pun jadi menurun.

3. Stres
Salah satu efek yang sering dirasakan karena tidak pernah mengambil cuti adalah rasa stres. Stres yang berkepanjangan bisa membuat Anda sulit fokus saat bekerja.

“Seperti karet yang telah mengikat suatu benda terlalu lama dan kalau dibiarkan akan lepas dengan sendirinya. Sama seperti pekerjaan yang terlalu berlebihan yang dilakukan seseorang pun akan berdampak buruk nantinya,” ujar Wulan saat berbicang dengan Wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, belum lama ini.

4. Lebih Sensitif
Tidak mengambil jatah cuti bisa membuat Anda jadi orang yang moody, atau memiliki mood yang tidak stabil. Sehingga saat bekerja, seseorang bisa jadi lekas marah, lelah, malas dan lebih sensitif menanggapi omongan atau tindakan rekan kerja.

5. Kematian
Pada beberapa kasus, terlalu sibuk bekerja tanpa istirahat bisa sampai menyebabkan kematian. Dari beberapa kasus yang pernah dipelajari dan dibaca Wulan pada sejumlah artikel, orang yang terlalu senang bekerja dan tidak mempedulikan kesehatan tubuhnya bisa jatuh sakit hingga meninggal dunia.

“Dia tidak mempedulikan tubuhnya yang membutuhkan istirahat hingga membuatnya meninggal dunia. Tentu itu tidak baik. Jadi cuti tetap harus dilakukan agar tidak lelah mental,” tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Pendiri klinik konsultasi Wulan Ayu & Rekan ini juga menambahkan, manusia memiliki empat peranan dalam hidupnya. Hubungan dia dengan pihak perusahaan dan pekerjaannya, dia sebagai makhluk sosial, dia sebagai bagian dari keluarga dan sebagai manusia yang dapat menyeimbangkan hidupnya

Ketika keempat peranan tersebut tidak dijalankan secara tepat, maka dampak yang dirasakan bukan hanya pada kehidupan pribadi tapi juga berdampak pada kualitas pekerjaan. Karena itu cuti dapat menjadi salah satu alternatif untuk menyeimbangkan keempat peran dalam hidup Anda.

Sumber: http://wolipop.detik.com/

Leave a Reply