Jam Kerja Fleksibel Bikin Karyawan Lebih Produktif

Kini memang bukan eranya lagi perusahaan menerapkan jam kerja yang kaku, berawal jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang menerapkan waktu kerja lebih fleksibel.

Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan teknologi sehingga memungkinkan kita bekerja di mana saja tanpa harus berada di kantor (mobile workstyle).

Menurut Sabeer Dasgupta, Chief Operation Officer InMobile Solution, penerapan waktu kerja yang fleksibel ini sebenarnya mendatangkan banyak manfaat untuk karyawan dan juga perusahaan. Perusahaan tempatnya bekerja memang sudah menerapakan fleksibilitas waktu sejak tahun 2011.

“Karyawan menjadi lebih efisien dan termotivasi untuk bekerja karena mereka bisa masuk kerja jam berapa pun. Ini bisa membantu mengurangi tingkat bolos kerja,” kata Sabeer.

Keuntungan lain yang dirasakan karyawan adalah bekerja produktif dengan suasana lebih nyaman. Mereka juga terhindar dari tekanan stres di kantor.

Kelonggaran waktu dalam bekerja ini ternyata juga mendatangkan komitmen yang tinggi terhadap tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan.

Sulit koordinasi

Meski demikian, ketidakhadiran secara fisik seorang karyawan di kantor, menurut Arvind Rongala dari Invesis Techonogies, bisa menyulitkan koordinasi.

“Kehadiran karyawan di kantor bisa membuat proses diskusi dalam mencari sebuah solusi bisa lebih cepat. Hal itu lebih sulit dilakukan jika jam kerja tidak sama,” katanya.

Kekhawatiran lainnya adalah kurangnya pengawasan terhadap karyawan. Ini bisa menyebabkan karyawan tidak menetapi tenggat waktu pekerjaan.

Menurut Sudipta Ray, Human Resources Manager sebuah perusahaan periklanan, jam kerja yang fleksibel memang tidak bisa diterapkan pada setiap bidang industri ataupun posisi.

Kelonggaran jam kerja ini pada umumnya ditemui di perusahaan yang bergerak di bidang kreatif atau media. Beberapa perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi juga lebih memilih jam kerja fleksibel.

“Fleksibilitas dalam waktu bekerja bisa menimbulkan dampak positif terhadap pekerjaan, seperti mengurangi rasa persaingan antarkaryawan dan menghindari intrik politik di kantor,” jelas Sudipta.

Menurut Ray, fleksibilitas waktu kerja juga bisa menciptakan karyawan berbakat. Mereka adalah orang yang bisa melakukan manajemen waktu dengan baik serta tahu apa yang harus mereka raih untuk kemajuan kariernya.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply