Jangan Biarkan Karyawan Membolos

Jangan Biarkan Karyawan MembolosMangkir atau membolos kerja adalah ketidakhadiran karyawan yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan dan perlu mendapat sanksi. Itu bisa merugikan usaha anda. Jangan biarkan karyawan anda mangkir.

Absensi atau karyawan tidak masuk kerja adalah hal yang tidak bisa dihindari. Sakit, kematian anggauta keluarga atau keperluan penting lain harus dapat diakomodasi oleh perusahaan. Sedangkan mangkir kerja adalah absensi yang tidak sah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Karenanya anda sebagai pengusaha harus bisa mengatasi. Karyawan membolos, meski hanya satu orang, dapat merugikan usaha anda. Apalagi jika sudah menjadi semacam kebiasaan buruk.

Berikut beberapa tips untuk mencegah perusahaan anda dirongrong oleh penyakit mangkir kerja.

Buat aturan sanksi yang jelas bagi karyawan yang mangkir. Misal, peringatan lisan bagi karyawan mangkir 1 hari; peringatan tertulis bagi karyawan mangkir 2 hari; peringatan tertulis terakhir bagi karyawan mangkir 3 hari. Dan pemecatan bagi karyawan yang mangkir 4 hari. Tegakkan aturan tersebut dengan tegas dan tanpa ragu-ragu.

Setiap absensi harus didukung dengan penjelasan dan bukti kuat. Karyawan yang absen karena sakit, misalnya, harus didukung oleh surat keterangan dokter. Dokumentasikan setiap absensi berdasarkan dokumen tersebut. Absensi yang tidak didukung oleh penjelasan dan bukti kuat dikategorikan sebagai mangkir dan perlu mendapat sanksi.

Bicarakan dengan karyawan mengenai ketidakhadirannya. Jangan terburu-buru mencap mangkir. Beri kesempatan pada karyawan yang bersangkutan untuk menjelaskan ketidakhadirannya. Periksa apakah ketidakhadirannya benar-benar hal yang dapat diterima. Tunjukkan kepedulian anda tentang ketidakhadiran mereka. Pastikan karyawan anda paham konsekuensi dari ketidakhadiran mereka dan pentingnya mereka hadir di tempat kerja. Tak kalah penting, coba cari jalan keluar yang dapat disepakati oleh anda dan karyawan anda untuk mengatasi masalah ketidakhadirannya.

Masukkan faktor kehadiran dalam setiap penilaian kinerja. Berikan “dis-insentif” bagi mereka yang banyak mangkir kerja. Sebaliknya siapkan insentif bagi mereka yang rajin masuk kerja. Ada banyak program insentif yang bisa anda terapkan. Yang terpenting tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan moral dan produktifitas kerja.

Periksa apakah sistem supervisi kerja anda berjalan dengan baik? Pengawasan atau kepemimpinan yang lemah membuka pintu bagi karyawan yang bermoral kerja buruk untuk mangkir.

Periksa juga sistem kerja perusahaan anda. Saat anda berbicara dengan karyawan yang mangkir, cari tahu apakah ada sesuatu dalam manajemen perusahaan anda yang membuat moral karyawan menurun. Misal, beban kerja yang berat, perlakuan yang tidak adil, pekerjaan yang tidak menarik, dan lain-lain. Jika memang ada hal-hal dalam manajemen perusahaan yang memicu terjadinya ketidakhadiran karyawan, maka adalah tugas anda untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif,

Pantau karyawan yang suka mangkir. Pastikan mereka sadar bahwa anda mengawasi mereka dan anda tidak tegas dalam menegakkan aturan perusahaan.

Sumber: http://wirausahaindonesia.com

 

Leave a Reply