Kemampuan Interaksi Sosial yang Harus Dimiliki Karyawan

interaksiKaryawan tidak hanya dituntut mampu bekerja keras, loyal dan berkomitmen pada perusahaan. Kemampuan interaksi sosial atau soft skill juga harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap karyawan.

Soft skill merupakan karakter seseorang yang mampu untuk berinteraksi sosial. Di antaranya mampu mengekspresikan diri, kemampuan bekerja dalam tim, bepikir kritis dan masih banyak lagi.

Meskipun memiliki otak yang brilian, belum tentu setiap karyawan menerapkan soft skill di dunia kerja. Seperti dalam survei tahun 2008, lebih dari 2.000 perusahaan di Washington, memiliki tenaga kerja yang kurang mampu menangani masalah, observasi dan berpikir lebih kritis.

Sehingga, di samping kualitas teknis pekerjaan yang baik, ada kemampuan lain yang harus Anda asah. Apa sajakah itu? Ini dia lima kemampuan interaksi sosial yang harus dimiliki karyawan.

Ketrampilan Komunikasi
Ketrampilan komunikasi berarti Anda dapat mengekspresikan diri melalui ucapan dan tulisan dengan baik. Tidak hanya itu, ketrampilan komunikasi untuk dapat meyakinkan orang melalui presentasi juga harus dimiliki setiap karyawan.

Kemampuan bekerja dalam tim
Setiap perusahaan pasti menginginkan karyawannya mampu saling bekerjasama. Apalagi jika Anda bekerja dalam sebuah tim, dituntut dapat bekerja lebih fleksibel dan mengurangi ego.

“Dalam sebuah tim, karyawan terkadang bisa menjadi pemimpin, pengikut, mengawasi pekerjaan rekan lain dan mampu bernegosiasi dengan departemen lain,” jelas Lynne Sarikas, Direktur Pusat Karir Center di Northeastern University.

Kemampuan membawa diri
Seni membawa diri bukan hanya dapat menyesuaikan dengan karyawan baru, namun juga mampu menyesuaikan diri dengan rekan lama dan atasan. Karyawan yang bekerja sudah cukup lama, belum tentu mampu beradaptasi dengan baik, karena pekerjaan dan regulasi perusahaan terus-menerus dapat berubah. Jika tidak memiliki kemampuan ini, maka Anda akan terus dianggap sebagai ‘orang luar’ yang tidak mampu bekerja dengan tim.

“Agar bisa sukses, Anda harus memiliki gairah untuk belajar dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam perusahaan,” jelas Sarikas.

Kemampuan memecahkan masalah
Meningkatkan kemampuan untuk dapat memecahkan masalah sangat penting. Pikirkan contoh-contoh spesifik bagaimana Anda dapat memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan sistematis dan bagaimana melibatkan orang lain dalam pemecahan masalah tersebut.

Observasi Kritis
Tidak cukup dengan mengumpulkan data dan memanipulasinya. Anda juga harus mampu menganalisis dan menjelaskan fakta lebih kritis.

Kemampuan negosiasi
Kemampuan untuk membujuk, negosiasi dan menyelesaikan konflik sangat penting jika Anda ingin maju. “Anda perlu memiliki keterampilan untuk mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dalam perusahaan, sehingga Anda dapat mempengaruhi dan membujuk orang,” kata Sarikas.

Banyak cara untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial. Di antaranya, Anda harus lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, mengikuti seminar dan pelatihan-pelatihan, serta minta bantuan dari mentor dan seorang yang ahli di bidangnya.

Sumber: http://wolipop.detik.com/

Leave a Reply