Komentar SBY Tentang Kenaikan Upah Buruh

presiden sbyPresiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tanggapannya mengenai isu kenaikan upah buruh. Menurutnya, isu kenaikan upah buruh ini sangat sensitif. Karena tidak hanya melibatkan buruh dan perusahaan, tetapi juga negara.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya ketika membuka Musyawarah Nasional APINDO ke-9 di Jakarta, Senin (8/4). Ia mengatakan memiliki sikap konsisten mengenai kenaikan upah buruh ini.

Sikapnya yang pertama, upah buruh yang rendah sangat tidak adil. Apalagi jika bisnis perusahaan tumbuh dan ekonomi juga berkembang, tapi buruh tidak mendapat apa-apa. Buruh bukan faktor produksi.

Yang kedua, kenaikan upah harus dilihat dalam batas kemampuan perusahaan. Jika tidak, perusahaan akan bangkrut. Ketika perusahaan bangkrut ini akan merugikan pekerja dan negara juga karena akan menambah angka pengangguran dan daya beli masyarakat juga akan menurun. Untuk perusahaan yang tidak mampu seperti UMKM, pemerintah harus mencarikan solusi yang tepat untuk UMKM agar dapat memberikan upah yang diharapkan.

Yang ketiga, jika upah ditingkatkan, maka para pekerja harus memiliki produktivitas dan disiplin yang tinggi, dan tidak melakukan langkah yang mengganggu perusahaan.

Menurut SBY, Jika ketiga hal ini dijaga dengan baik, pasti kenaikan upah buruh ini dapat berjalan dengan baik. Dan, pada akhirnya akan baik untuk buruh, perusahaan, dan negara.

Terkait dengan kepindahan beberapa perusahaan keluar Indonesia, Ketua Umum Partai Demokrat ini menuturkan bahwa, “Harus dilihat dulu penyebabnya secara seksama apakah ini dikarenakan kenaikan upah buruh atau pengeluaran yang berlebihan.”

SBY juga meminta kepada para instansi terkait, baik Gubernur, Bupati, maupun Walikota untuk memantau keadaan ini. “Kita ingin perusahaan memberi upah buruh yang layak, tapi jangan dituntut terlalu tinggi. Tidak adil juga jika biaya overhead perusahaan menjadi berlebihan, ini harus dihindari agar perusahaan dapat membayar upah buruh dengan layak,” tegasnya.

Sumber: http://wartaekonomi.co.id

Leave a Reply