KPI Keuangan yang Wajib Diketahui Setiap Manajer

175516668Key Performance Indicators (KPI) merupakan alat yang menjadi Navigasi Penting bagi setiap manajer untuk mengerti dan paham terhadap bisnis (perusahaan) mereka.  KPI akan menjadi panduan apakah Bisnis Perusahaan berjalan sesuai dengan Perencanaan atau justru sebaliknya telah melenceng dari koridor yang seharusnya.

KPI merupakan instrumen utama dalam pergerakan dan manuver setiap unit organisasi bisnis.  Dan sehubungan dengan begitu banyaknya KPI yang ada saat ini, baik termasuk kategori KPI Keuangan dan Non-Keuangan, dimana hal ini cukup menyulitkan dan merepotkan Anda sebagai Pimpinan dalam menemukan dan menentukan beberapa KPI Kunci yang betul-betul diperlukan.

Namun demikian Anda dapat dengan jelas mengerti beberapa KPI Keuangan penting dibawah ini yang merupakan indikator utama bagi kesehatan Keuangan Unit Bisnis.  KPI Keuangan ini merupakan prioritas yang sudah berlaku global dari perusahaan dalam bidang apapun.Net Profit (Keuntungan Bersih) – Bisnis adalah aktualiasasi konsep ekonomi untuk mendapatkan uang (baca: untung).  Tanpa adanya tujuan akhir sebuah keuntungan (profit) maka tidak ada namanya bisnis.  Keuntungan Bersih (Net Profit) adalah ukuran seberapa banyak uang yang dihasilkan setelah dikurangi biaya-biaya dan pengeluaran lainnya, seperti Gaji, Tunjangan dan lainnya.  Dalam kebanyakan bisnis di dunia, Net Profit adalah KPI No. 1.

1. Net Profit Margin (Marjin Keuntungan Bersih) – Merupakan nilai rasio antara Pendapatan dan Keuntungan Bersih dalam nilai persen,  artinya Nilai Aktual Keuntungan Bersih dibagi dengan Nilai Aktual Seluruh Pendapatan hasil Penjualan.  Rasio inilah yang akan menjadi pembanding terhadap Perusahaan sejenis atau perusahaan lainnya.  Net Profit Margin adalah ukuran jumlah Untung per Rupiah yang dihasilkan dari Pendapatan.

2. Operating Profit Margin (Marjin Keuntungan Operasional) – Adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana Efisiensi dan Strategi Harga berfungsi dengan baik, dimana dengan menempatkan Biaya Operasional Reguler sebagai salah satu komponen Pendapatan Operasional.  Dengan mengabaikan penghasilan lain-lain yang bersifat Non-Reguler, maka Anda dapat melihat sejauh mana perusahaan berhasil menghasilkan uang (sebelum pajak) dari setiap rupiah penjualan.

3. Revenue Growth Rate (Tingkat Pertumbuhan Pendapatan) – Meski banyak faktor yang menunjang penghasilan perusahaan, namun secara umum Money Machine sebuah unit bisnis adalah Pertumbuhan Penjualan.  Revenue Growth Rate pada dasarnya menghitung tingkat pertumbuhan penjualan secara persentase dari Periode Tertentu dengan Periode Selanjutnya, semisal Per Kuartal, Per Tahun.  Memahami laju pertumbuhan ini akan memudahkan Anda memproyeksikan Target dan Tujuan untuk periode selanjutnya.

4. Cash Convertion Cycle (Siklus Konversi Uang) – Masa yang diperlukan sebuah unit bisnis menjadikan Potensi Penghasilannya menjadi Arus Kas sebenarnya.  Semakin panjang waktu yang diperlukan maka akan semakin sulit Perputaran Uang Perusahaan dan tidak menutup kemungkinan sebuah perusahaan menutup unit bisnis, meski dengan Tingkat Penjualan yang Kuat dan Baik.  Penjualan yang tinggi harus dibarengi dengan Arus Kas yang Baik dan Stabil.

Sudah pasti dengan pemilihan KPI yang tepat untuk bisnis Anda harus sesuai dengan Strategi dan Tujuan Organisasi.  KPI ini akan sangat bermanfaat jika sejalan dengan Pertanyaan yang timbul sehubungan Strategi Utama bisnis Anda.  Masih banyak Indikator lainnya yang dapat Anda pelajari dan kedepankan dalam peningkatan Performa dan Kinerja Perusahaan.  Selain masalah Keuangan, masih ada masalah Non-Keuangan yang cukup pening diperhatikan seperti:

  • Customer (Pelanggan)
  • Sales and Marketing (Penjualan dan Pemasaran)
  • Operation (Operasional)
  • Employee (Karyawan)
  • Dan lainnya, seperti CSR (Corporate Social Responsibility)

Pada Akhirnya sebagai seorang Manajer ataupun Pimpinan Puncak, tetap perlu menjadi Perhatian Utama Anda bahwa Kesehatan Finansial Organisasi sangat krusial dalam kelanjutan Tumbuh Kembang Perusahaan.  Meski dengan Market Share yang Tinggi namun Rendahnya Cash Flow, dapat dipastikan lambat laun Unit Bisnis Perusahaan Anda akan berada dalam Masalah.  Lakukan Perbaikan Berkesinambungan (Continuous Improvement) dalam Financial Statement agar tercipta Sustainable Growth yang Simultan.

Sumber: http://ikhtisar.com/

Leave a Reply