Lagi, Buruh Ancam Mogok Kerja 3 Hari

Lagi, Buruh Ancam Mogok Kerja 3 HariKalangan buruh kembali berencana menggelar aksi mogok kerja nasional selama 3 hari berturut-turut pada akhir Oktober 2013. Tujuannya agar aspirasi mereka didengar oleh pemerintah.

Kalangan buruh meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 50% di tahun 2014. Konsekuensi kenaikan UMP 50%, makan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dalam UMP bakal bertambah dari 60 item menjadi 84 item.

“Hari ini telah hadir buruh dari 20 provinsi sebanyak 500 hingga 1000 orang. Selain itu ada 50 elemen buruh di tingkat nasional dan 100 aliansi buruh di daerah dari 100 kabupaten/kota. Tujuan kita adalah konsolidasi untuk memastikan mogok nasional 3 hari berturut-turut. Kalau melihat sikap pemerintah, tanggal 1 November 2013 akan diumumkan UMP 2014 dan kita lakukan mogok nasional sebelum tanggal 1 November atau akhir Oktober 2013,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di rapat akbar dengan ratusan buruh dari 50 aliansi buruh nasional di Gedung Djoeang Menteng, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Menurutnya aksi mogok kerja kali ini dipicu oleh kekecewaan buruh karena sikap pemerintah yang tidak mendengar aspirasi para buruh. Pemerintah lebih senang mendengar aspirasi perusahaan padahal buruh adalah elemen penting dari proses produksi.

Iqbal menuturkan perlawanan para buruh terkait sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang langsung meminta pemerintah membuat Instruksi Presiden (Inpres) pengaturan upah minimum yang membatasi kenaikan nilai upah minimum 2014.

“Konsep buruh tentang KHL 84 item yang sudah diserahkan kepada pemerintah dan Apindo tidak mendapat respons sama sekali dan tidak ada perundingan resmi satu kalipun, bahkan aksi- buruh malah direspon dengan pernyataan permintaan buruh irasional,” imbuhnya.

Said meminta para serikat untuk menyiapkan anggotanya untuk aksi mogok nasional dan memastikan kesiapan aksi di akhir bulan Oktober 2013 itu. Menurut Said aksi mogok nasional selama 3 hari bisa berlanjut ke aksi mogok nasional seperti sektor transportasi, listrik dan fasilitas umum lainnya juga akan dilumpuhkan oleh para buruh.

“Kalau diperlukan kita lakukan pemogokan umum. Kalau di India saja bisa dilumpuhkan kereta api kenapa kita tidak bisa. Sekalian secara umum sektor transportasi, listrik juga bisa kita lakukan itu,” ujar Said

(wij/hen)

Sumber: detik.com

Leave a Reply