Loyalitas Karyawan Bergantung pada Pimpinan

155151579

Foto: gettyimages.com

Perusahaan bisa meraup untung besar atau mencapai bahkan melampaui target kerja, karena kerjasama yang solid dari semua sumber dayanya. Loyalitas karyawan yang mendorongnya untuk bekerja penuh dedikasi, memberikan kontribusi penting terhadap keberhasilan ini. Loyalitas karyawan akan terus meningkat dengan kepemimpinan yang tepat.

Career Coach Kristian Hardianto mengatakan sumber daya manusia yang maju dan berkembang bergantung kepada pimpinan dan kepemimpinan yang berjalan di perusahaan tersebut.

“Kuncinya di pimpinan. Jangan memenjarakan mental karyawan, karena ide takkan keluar dengan adanya mental block. Karyawan yang maju, imbasnya tentu kepada perusahaan. Kalau pimpinan membantu karyawannya untuk naik kelas, profit pasti didapatkan,” jelasnya seusai peluncuran majalah pelatihan bisnis milik Top Coach Indonesia di Swiss Belhotel Mangga Besar Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Kristian, perusahaan semestinya fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan hanya berpikir untung. “Untung hanyalah imbas. Membuat orang maju itu lebih penting. Yang paling penting adalah membangun sumber daya manusianya,” jelasnya. Ia melanjutkan, perusahaan (pimpinan) yang memberikan kesempatan kepada karyawannya berkembang, justru mendapatkan karyawan yang loyal.

Pemilik Bank Perkreditan Rakyat Gunung Rizki di Semarang ini membuktikan bagaimana loyalitas karyawan justru memberikan kontribusi besar pada perusahaan, yang berimbas pada pencapaian profit. Loyalitas ini bentuknya pun bisa beragam.

Kristian mengungkapkan salah satu bentuk loyalitas karyawan, “Ada karyawan yang tidak mau dinaikkan gajinya, karena merasa belum maksimal berkontribusi pada posisinya saat ini. Ia menyadari bahwa kenaikan gaji artinya bertambah tanggung jawab dan peran. Sementara, saat ini ia belum merasa maksimal menjalankan tanggung jawabnya. Alih-alih menerima kenaikan gaji, ia lebih memilih memaksimalkan kontribusinya dengan peran yang dijalankannya saat ini.”

Prinsipnya, karyawan yang loyal tidak muncul dengan sendirinya, tapi perlu diciptakan oleh pimpinan yang tahu bagaimana memperlakukan karyawan untuk terus maju dan berkembang.

Karyawan yang loyal memiliki dedikasi tinggi, juga sikap mental positif. Kuncinya ada pada pemimpinnya. Karyawan yang punya ide dahsyat, ini juga dipengaruhi oleh sikap pimpinan yang memberikan ruang. Sementara, jika karyawan yang punya banyak ide kreatif merasa tidak punya ruang penyaluran, ini karena pemimpinnya tidak peduli dengan ide-ide baru.

“Jangan memenjarakan mental karyawan,” saran Kristian.

Saat karyawan melakukan kesalahan pun, berikan teguran dengan cara tepat bukan dengan menyalahkannya di depan umum.

Kristian mengatakan, pimpinan yang memahami cara mengelola sumber daya manusianya dengan baik dan benar, akan bertindak lebih tepat. Hasilnya, karyawan yang mendapatkan apresiasi dan perlakuan tepat akan memberikan imbalan berupa loyalitas, dengan profit perusahaan menjadi imbasnya.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply