Manajemen Ramadhan Bagi HRD Perusahaan

Ramadhan PerusahaanBagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan penuh rahmat di mana ibadah seseorang diganjar lebih banyak pahala dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ramadhan merupakan bulan penyucian diri bagi setiap muslim untuk kembali ke fitrah. Terutama pada pada sepuluh hari Ramadhan, karena di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr.

Untuk menyambut bulan suci tersebut, ada perusahaan yang memberikan dispensasi kerja pada karyawannya yang muslim untuk mengoptimalkan waktu demi meningkatkan ibadah selama Ramadhan. Sebagian lagi justru memperkerjakan karyawannya lebih panjang dari waktu biasanya, karena bulan ini juga ‘bulan rejeki’ bagi mereka. Tentunya dengan iming-iming bonus, insentif dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjanjikan. Sementara perusahaan yang lain justru menganggap datangnya bulan suci ini menjadi ‘masalah’ tersendiri bagi pengurus perusahaan. THR yang mesti mereka bayar membuat beban operasional bulanan lebih tinggi dari biasanya, padahal produktifitas kebanyakan karyawan justru mengalami penurunan. Beberapa diantaranya bahkan tidak mampu membayar penuh THR karyawannya. Padahal tunjangan tersebut sangat diharapkan terutama oleh keluarga para karyawan.

Seorang teman pengusaha curhat saat silaturahim lebaran tahun lalu. Ia berada dalam posisi dilematis ketika dihadapkan pada permohonan dispensasi keterlambatan beberapa karyawannya dengan alasan I’tikaf malam. Padahal pekerjaan saat itu menuntut waktu yang tidak bisa dikurangi. Ia juga terpaksa berhutang pada kerabatnya, demi menutupi seluruh THR dan gaji karyawan bulan itu yang mesti dibayar di depan.

Adalah suatu keniscayaan, kita dihadapkan pada kendala waktu yang terbatas. Berkurangnya jam kerja selama Ramadhan, dapat saja berakibat pada penurunan produktifitas di saat itu. Namun rasanya sebuah kerugian, jika masa yang sangat berharga di bulan Ramadhan tidak dimanfaatkan untuk me’recharge’ spiritual dengan melaksanakan ibadah lebih intensif dari waktu-waktu lainnya.

Ramadhan semestinya menjadi bulan rahmat bagi perusahaan, bukan menjadi masalah atau beban. Karyawan-karyawan yang kembali ke fitrah setelah menjalani Ramadhan adalah potensi baru bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan, dunia dan akhirat. Keberkahan bagi mereka, juga keberkahan bagi perusahaan.

Perusahaan yang menyadari betapa bernilainya Ramadhan akan menjadikan Ramadhan salah satu bagian penting dalam perencanaan strategi perusahaan. THR dan dispensasi waktu bagi para karyawan untuk mengoptimalkan ibadah selama Ramadhan akan dipandang sebagai suatu bentuk investasi perusahaan yang harus direncanakan dan dikelola dengan baik. Sehingga tidak seharusnya THR baru dipikirkan menjelang Ramadhan tiba. Perusahaan semestinya telah mempersiapkannya selama sebelas bulan sebelumnya.

Perencanaan Ramadhan perusahaan tentu tidak cukup hanya seputar perencanaan THR dan dispensasi waktu kerja saja. Tujuan dari Ramadhan perusahaan tidak akan tercapai, jika ternyata THR dan dispensasi waktu untuk ibadah yang diberikan, ternyata tidak digunakan karyawan sesuai tujuannya. Seringkali yang tersisa setelah Ramadhan dan lebaran hanyalah kelelahan dan defisit keuangan karyawan.

Untuk memastikan bahwa Ramadhan perusahaan benar-benar menjadi rahmat dan berkah bagi karyawan dan perusahaan, pihak manajemen harus memberikan edukasi bagi karyawan tentang bagaimana mengelola Ramadhan yang baik. Seperti, bagaimana mengelola keuangan yang bijaksana selama Ramadhan dan lebaran, menghitung zakat, dan hal-hal lain terkait dengan tujuan mengoptimalkan ibadah di bulan suci tersebut. Akan lebih efektif, jika hal-hal tersebut dikemas dalam suatu program yang didesain khusus, sehingga jelas tujuan dan ukuran pencapaiannya. Ramadhan perusahaan akan menjadi lebih baik lagi, jika perusahaan juga memberikan teladan bagi karyawan-karyawannya. Seperti dengan menyelenggarakan program sedekah (CSR) atau bahkan membayarkan zakat perusahaan pada bulan tersebut.

Adalah bijaksana bila perusahaan mulai memikirkan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai bagian penting dari rencana tahunan perusahaan. Karena bagaimanapun, perusahaan yang maju dibangun dari personalianya yang tangguh lahir dan batin.

One Response to Manajemen Ramadhan Bagi HRD Perusahaan

  1. Halim Arfiansyah Halim Arfiansyah says:

    Gak nyadar, bentar lagi udah mau Ramadhan ya’. Tq, nice post.

Leave a Reply