Menanggapi Komentar Negatif Karyawan di Internet

Foto ArtikelSeringkali karyawan yang frustrasi dapat membuat komentar negatif mengenai perusahaannya di platform media sosial, seperti twitter atau facebook.  Hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi Perusahaan.  Bahkan dapat mendorong karyawan lain yang membacanya turut bereaksi negatif juga dengan memposting komentar negatif lain yang dapat membahayakan reputasi perusahaan.

Komentar negatif di Internet tentang perusahaan yang dilakukan oleh karyawan sendiri dapat menyebabkan masalah bagi Perusahaan. Komentar negatif terhadap produk dan jasa perusahaan misalnya, dapat menyebabkan turunnya kepercayaan konsumen dan menciptakan citra buruk bagi perusahaan secara keseluruhan.

Pilihan untuk perusahaan

Pengusaha perlu menarik garis tipis antara fitnah yang dapat membahayakan perusahaan dan komentar biasa yang dibuat rekan kerja atau bawahan. Banyak atasan mengambil tindakan drastis seperti memecat bawahan yang berkomentar negatif di situs media sosial. Jika ini terjadi karyawan yang bersangkutan memiliki hak untuk menuntut di pengadilan industrial jika hal ini terjadi. Dalam kasus seperti itu, manajemen perusahaan harus menyediakan data yang cukup atau studi kasus sebagai bukti fakta bahwa komentar yang diposting karyawan tersebut (penggugat) membawa dampak negatif produktivitas dan reputasi. Jika tidak, perusahaan harus memberikan kompensasi sesuai dengan tuntutan penggugat.

Berbicara

Memecat karyawan bukanlah solusi terbaik untuk mencegah dampak negatif di Internet, bahkan dapat merusak suasana di tempat kerja. Ketika perusahaan menghadapi komentar negatif di Internet, hal yang terlebih dahulu dilakukan adalah menilai masalah. Dalam beberapa kasus, alasan karyawan di balik komentar negatifnya bisa saja benar.  Hal ini mestinya menjadi masukan bagi manajemen untuk meningkatkan sistem kerja  sekaligus untuk meningkatkan kepuasan karyawan.

Pendekatan lain untuk mengatasi situasi ini adalah dengan berbicara secara pribadi dengan karyawan dari pada berbalas kata platform publik seperti situs jejaring sosial. Jika komentar karyawan melalui media sosia itu tidak dapat dibenarkan maka pemecahan masalah internal lebih diutamakan untuk menghindari konfrontasi di depan publik.

Mengontrol Perilaku Online Karyawan

Interaksi online yang terjadi setelah jam kerja tidak dapat dilarang oleh atasan. Perusahaan memiliki hak penuh untuk membatasi karyawan dari setiap interaksi online negatif, yang tidak menguntungkan mereka, selama jam kerja. Manajemen perusahaan memiliki hak penuh untuk campur tangan jika mereka menemukan interaksi online seorang karyawan berdampak secara hukum bagi perusahaan seperti mengungkapkan informasi rahasia tentang perusahaan atau klien atau seperti melecehkan atau mengancam rekan kerja . Karyawan perlu berhati-hati dalam berkomentar melalui media sosial agar tidakt menyebabkan masalah bagi perusahaan.  Misalnya, keluhan karyawan mengenai gaji boleh saja dilakukan. Namun bukan komentar yang menyerang produk atau jasa yang diberikan perusahaan tempat mereka bekerja.

Pencegahan Ketimbang Perbaikan

Cara terbaik untuk mencegah dampak negatif dari karyawan Anda terhadap perusahaan Anda adalah dengan membangun sistem komunikasi internal yang baik. Menciptakan sistem umpan balik internal yang memungkinkan pihak manajemen berkomunikasi dengan karyawan mereka dapat membantu mencegah dampak yang buruk dari komentar yang diposting pada platform publik seperti situs jejaring sosial. Perusahaan harus menyambut komentar negatif dan positif  karyawan dan memberikan solusi untuk masalah ini. Ini akan membantu meningkatkan retensi karyawan dan keterlibatan karyawan dalam perusahaan. Membangun kebijakan media sosial yang baik seperti pembatasan penggunaan media sosial di tempat kerja, merupakan metode lain untuk mengurangi komentar negatif karyawan yang diposting di Internet.

Diterjemahkan dari artikel pada http://www.hrresource.com

Leave a Reply