Mengatasi Absensi Karyawan dan Keterlambatan

keterlambatanDalam sebuah organisasi, masalah-masalah ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan adalah sesuatu yang biasa. Ini adalah masalah rumit yang sangat sulit diatasi dengan solusi yang efektif. Tapi sebagai seorang manajer, Anda harus berurusan dengan masalah ini, sama halnya seperti Anda berurusan dengan semua masalah yang lain.

Pengaruh keterlambatan karyawan & absensi

Seorang karyawan bisa terlambat selama beberapa menit sekali-sekali dan Anda mungkin berpikir tidak apa-apa sementara ia  tidak mempengaruhi produktivitas organisasi. Anda juga akan menemukan karyawan yang tidak muncul untuk bekerja dan bahkan tidak repot-repot untuk menginformasikan keabsenannya. Meskipun mereka akan menjelaskan situasi mereka nanti, apakah tepat bagi Anda untuk mengabaikan tindakan seperti keterlambatan dan ketidakhadiran?

Ketidakhadiran dan keterlambatan bisa menjadi virus, jika Anda memaafkan satu, masalah akan terus terjadi dengan banyak orang lain. Yang paling parah adalah akan tercipta perasaan tidak nyaman di antara rekan kerja yang dapat mengurangi produktivitas dan semangat kerja karyawan dalam organisasi Anda.

Bagaimana menghadapi hal ini?

Cara terbaik untuk menangani absensi dan keterlambatan adalah mengeluarkan seperangkat aturan yang diharapkan akan diikuti semua karyawan.
 

Keterlambatan

Anda dapat memungkinkan 15 menit fleksibilitas dari waktu mereka yang seharusnya untuk bekerja. Seorang karyawan yang datang lebih dari 15 menit terlambat harus bekerja lembur. Panggil karyawan yang terlambat untuk pertama kalinya dan berbicara dengannya. Biarkan dia tahu bahwa Anda memperingatinya jika datang terlambat bisa membuatnya berubah menjadi seorang yang datang terlambat terus menerus. Jika karyawan sangat sering datang terlambat, Anda bisa meminta solusi dari mereka untuk memperbaiki masalah ini.

Ketidakhadiran

Tanda pertama dari ketidakhadiran dimulai ketika seorang karyawan tidak muncul untuk bekerja tanpa menelepon.  Jangan mengabaikannya, panggil dan tanyakan apakah ia bermaksud datang untuk bekerja. Dengan cara ini Anda dapat membuat dia mengerti pandangan Anda tentang kehadiran. Seorang karyawan mungkin mengaku sakit setiap hari, sehingga menyalahgunakan kelonggaran yang Anda berikan. Jika ketidakhadirannya telah mempengaruhi proyeknya, Anda bisa meminta dia untuk bekerja pada hari libur dan menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan.

Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan

Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dalam organisasi Anda, Anda perlu membuat para pekerja yang lalai terhadap pekerjaannya menyadari konsekuensi dari tindakan mereka. Jika peringatan lisan dan tertulis tidak membantu, skors atau PHK  bisa jadi menjadi satu-satunya jalan keluar.

Jangan lupa juga bahwa memberikan waktu yang cukup untuk kehidupan pribadi karyawan dan penghargaan kepada karyawan yang tepat waktu dengan tambahan hari libur akan membuat mereka termotivasi untuk datang tepat waktu.

Umumkan kebijakan perusahaan dan bagikan salinannya kepada semua karyawan, pastikan bahwa peraturan ini selalu terbaharui . Buat mereka menandatangani dokumen ini sehingga Anda dapat mengkonfirmasi bahwa mereka menyadari tindakan disiplin yang dapat diambil terhadap mereka. Berikan keyakinan kepada mereka bahwa mereka dapat datang dan berbicara kepada Anda jika mereka tidak nyaman dengan pekerjaan mereka atau menghadapi masalah entah di tempat kerja atau rumah.

 

Diterjemahkan dari artikel pada http://www.hrresource.com

 

 

Leave a Reply