Mengatasi Turnover Karyawan

156922815

Foto: gettyimages.com

Persaingan dalam pasar tenaga kerja yang kian ketat, globalisasi dalam kompetisi, kemajuan teknologi, peningkatan wawasan ekonomi, dan kebutuhan akan fleksibilitas serta keahlian dalam lingkungan kerja merupakan tantangan-tantangan strategis yang kini harus direspon dengan baik oleh organisasi (Catteeuw, Flynn & Vonderhorst, 2007). Pengadaan serta proses retention sumber daya manusia membutuhkan perencanaan yang kian matang agar perusahaan dapat memperoleh serta mempertahankan karyawan yang dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Dalam kegiatan pengadaan serta retention sumber daya manusia ini, tentulah perusahaan tidak mengeluarkan biaya dan waktu yang sedikit, sehingga wajar bila perusahaan tidak menginginkan tingkat turnover karyawan yang tinggi terjadi di dalam organisasi.

Turnover didefinisikan sebagai tingkat pekerja yang meninggalkan pekerjaan atau perusahaan.  Lebih spesifik, involuntary turnover adalah pemisahan yang dilakukan oleh organisasi (PHK),  dan voluntary turnover  adalah  terjadi ketika perusahaan lebih menyukai pekerja tetap pada pekerjaannya, contohnya pengunduran diri, pindah, dll.

Ada beberapa solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi Turnover di organisasi diantaranya :

  1. Buatlah sistem prosedur kerja yang jelas. Prosedur kerja yang jelas dan detail bisa membuat karyawan tahu bagaimana menjalakan kerja dengan baik dan benar tanpa harus bingung. Tidak adanya prosedur kerja membuat seseorang bisa menjadi korban dan bisa menjadi lawan dan menerapkan kerja by pas system, dimana setiap orang bisa bekerja dengan caranya sendiri tanpa memikirkan proses internal perusahaan.
  1. Buat Sistem Kompensasi yang jelas dan transparan. Seseorang yang bekerja lebih berat dan lebih banyak tentu wajar jika mendapatkan hasil lebih dari pada mereka yang bekerja biasa saja. Faktor kompensasi merupakan salah satu daya semangat karyawan dalam membentuk etos dan semangat kerja.
  1. Buat Suasana Kerja yang nyaman merupakan salah satu alasan mengapa seseorang ingin tetap bertahan di suatu perusahaan. Biasanya pimpinan yang bijak dan mengayomi karyawan akan mendapatkan banyak karyawan yang mau bekerja dengan tenang dan akan membentuk suasana kerja yang nyaman.
  1. Buat Sistem Jenjang Karir yang jelas. Sistem jejang karir membuat seseorang berani mengambil keputusan untuk tidak meninggalkan perusahaan karena tahu bagaimana mencapai suatu posisi pekerjaan dengan kerja keras dan bukan dengan subjektivitas dari pimpinan.
  1. Mengembangkan kompetensi dan kemampuan karyawan juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang tetap tinggal di dalam perusahaan. Dengan jalur pengembangan kompetensi maka karyawan tahu bahwa kemampuan dan bakatnya bisa disalurkan demi kepentingan perusahaan.
  1. Membangun Employer Branding dengan memberikan identitas khusus pada employee. Backhaus dan Tickoo (2004) menyebutkan employer branding menawarkan diferensiasi dari karakteristik-karakteristik yang dimiliki perusahaan sebagai pemberi kerja terhadap pesaing-pesaing mereka, dan menitikberatkan aspek-aspek lingkungan kepegawaian yang membuat karyawan nyaman dan merasa mendapatkan perlakukan berbeda dibanding perusahaan lain.

Sumber: elstrategic.com

Leave a Reply