Menggunakan Media Sosial dalam Proses Penerimaan Karyawan: Ide Bagus?

853752Situs media sosial memainkan peran penting bagi sebagian besar perusahaan saat melakukan proses perekrutan. Sosial media seperti Facebook, Linkedln, dan Twitter memungkinkan perusahaan mengetahui informasi mengenai pelamar pekerjaan mereka lebih dalam. Mereka bisa mendapatkan informasi tentang pengalaman, keterampilan, dan kualifikasi pelamar dengan mudah. Tapi banyak kontroversi mengenai penggunaan media sosial dalam proses penerimaan karyawan.

Tiga Isu dalam Penggunaan Media Sosial dalam Proses Penerimaan Karyawan:

1. Menggunakan situs jejaring sosial untuk pemeriksaan latar belakang
Sebagian besar pelamar ditolak lamarannya atas pertimbangan berdasarkan apa yang mereka posting secara online, seperti ras, usia, jenis kelamin, agama, atau karakteristik lain. Jadi, penting baik bagi perusahaan dan pelamar kerja untuk berhati-hati saat memposting informasi di depan umum. Adalah penting bagi perusahaan untuk hanya mengambil informasi yang relevan bagi proses penerimaan.

2. Melanggar privasi pelamar
Subyek privasi bisa sangat sensitif.  Umumnya seseorang memposting sesuatu yang sangat personal dalam akun social media mereka. Hal tersebut berupa ungkapan perasaan yang dapat bersifat positif maupun negatif. Menjadikan postingan pribadi sebagai alat evaluasi seorang pelamar tentu saja dapat menghasilkan kesimpulan yang subyektif.

3. Hubungan kerja dan implikasi hukum
Setiap kali Anda membuat keputusan tentang pelamar pekerjaan Anda, Anda harus mempertimbangkan implikasi hukum dan hubungan kerja. Dengan cara ini, Anda akan menghindari masalah di masa datang. Pastikan bahwa apapun yang Anda lakukan tidak menempatkan Anda dalam masalah hukum. Anda bahkan dapat berkonsultasi dengan seorang konsultan hukum sebelum Anda benar-benar membuat keputusan.

Akhirnya bagaimanapun, jangan membuat keputusan akhir Anda hanya berdasarkan informasi yang diposting di situs media sosial. Anda hanya harus menggunakan situs-situs seperti Twitter dan Facebook sebagai pelengkap dari resume seorang pelamar. Hanya ketika Anda bertemu langsung si pelamar, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya.

Diterjemahkan dari artikel pada http://www.hrresource.com

Leave a Reply