Menyikapi Tuntutan Produktivitas

117149403

foto: gettyimages.com

Saat ini kita melihat bahwa teknologi sangat memudahkan semua pekerjaan kita di kantor, dan itu sama artinya dengan menuntut kita untuk lebih produktif. Dengan demikian, waktu untuk bekerja tidak berkurang dan waktu untuk bersenang-senang tidak bertambah.

Dengan kata lain, di satu sisi kita diharapkan menambah beban kerja individual karena dengannya kita jadi memiliki kemampuan untuk mengerjakan semua hal sendirian. Di sisi lain, ada berkahnya juga: kita jadi produktif.

Tapi, benarkah (menjadi) produktif itu berkah?
Yang banyak dijumpai kemudian, tuntutan akan produktivitas di tempat kerja memicu munculnya rupa-rupa problem kesehatan. Karena harus produktif, orang jadi stres dan depresi, lebih banyak merokok hingga penyalahgunaan alkohol dan obat-obat telarang. Suka atau tidak suka, inilah dunia tempat kita hidup.

Produktivitas bisa dicapai tanpa membuat kita menjadi stress dengan segala pekerjaan yang kita kerjakan, jika kita tahu taktik dan cara yang benar untuk membuat produktivitas itu tercapai. Pertama yang dapat kita lakukan adalah kita harus tahu kira-kira hal-hal apa saja yang paling membuat Anda senang mengerjakan segala sesuatu? Bisa aktivitas pekerjaan yang sangat kita sukai di dalam mengerjakannya. Kedua apakah ada momen-momen yang paling membahagiakan dan memuaskan dalam pekerjaan yang anda lakukan? Momen ini bisa merupakan sesuatu hal yang berharga yang pernah anda capai selama anda bekerja contohnya : anda mendapat reward, bonus, jabatan ataupun gaji anda naik lebih tinggi dari gaji sebelumnya.

Kedua hal ini sangat berkaitan erat dengan apa yang akan anda hasilkan dari setiap pekerjaan yang anda lakukan. Sebab jikalau kita senang terhadap sesuatu yang kita lakukan maka produktivitas kita di dalam bekerja akan menjadi tinggi dan akan menghasilkan sesuatu hasil yang dapat kita lihat sendiri. Dengan keberhasilan ini maka kita akan dapat menilai suatu cermin “apa yang Anda inginkan” itu dengan “apa yang Anda kerjakan selama ini”. Berapa banyak kesesuaiannya?

Jika pekerjaan Anda ternyata di luar nilai-nilai yang Anda harapkan, bukan berarti bahwa Anda harus mengundurkan diri besok pagi. Apakah Anda mencintai atau tidak pekerjaan Anda saat ini, ada hal-hal spesifik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas.

Berikut ini sejumlah “alat” yang bisa Anda coba:
1. Manjakan diri Anda sendiri setiap kali selesai mengerjakan proyek tertentu, atau berhasil melewati satu masa kerjaan tertentu. Misalnya, beristirahat setiap dua jam atau keluar kantor untuk makan siang di mal.
2. Buatlah semacam daftar “apa yang harus kulakukan”.
3. Berjanjilah untuk memenuhi setiap target, terutama yang berhubungan dengan orang lain.
4. Percayalah pada kekuatan niat, “Aku akan menyelesaikan pekerjaan ini tepat pada waktunya.
5. Beristirahat total pada akhir pekan tanpa memikirkan pekerjaan itulah kesempatan bagi Anda untuk “tidak harus produktif”.

Ingatlah, tempat kerja tidak akan pernah terbebas dari stres. Setiap karyawan mau tidak mau harus menghadapi stress dengan tingkat yang berbeda-beda yang dipicu oleh tuntutan roduktivitas. Jadi, Anda tidak sendirian. Yang penting, jangan biarkan stres itu memburuk dan mencemari lingkungan kerja, sebab hal itu dapat mempengaruhi produktivitas kerja anda.

(RH/IC/BL)

Sumber: Businesslounge.co

 

One Response to Menyikapi Tuntutan Produktivitas

  1. Blobbing says:

    Artikel yang sangat menarik. Karena produktivitas seorang karyawan pasti tidak menentu.

Leave a Reply