Merekrut dengan Cold Call: Efektifkah?

foto: gettyimages.com

foto: gettyimages.com

Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang pernah memperoleh cold call dari recruiter dimana Anda tidak pernah memasukkan lamaran kesana. Apakah cold call seperti ini cukup efektif? Hal ini tergantung dari bagaimana Anda melakukannya.

Sebagai informasi, cold call adalah telepon yang diterima dari pihak yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali. Telepon ini bertujuan untuk memberikan penawaran, biasanya produk, namun untuk kasus ini adalah tawaran untuk mengikuti seleksi lowongan kerja,

Saya dan teman-teman seringkali menerima cold call semacam ini, terutama dulu, ketika baru lulus universitas dan sedang aktif mencari kerja. Rumor yang beredar dulu mungkin perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh nomor telepon mahasiswa dari buku tahunan. Atau mungkin saja mereka memperoleh nomor telepon kami, yang sedang aktif mencari kerja, dari situs-situs lowongan kerja seperti JobsDB ataupun karir.com, dan lainnya.

Lalu apakah cold call ini cukup efektif? Menurut saya hal itu tergantung dari beberapa aspek. Pertama, jika cold call yang diterima dari perusahaan yang besar dan terkenal, tentu saja berpotensi untuk lebih efektif menjaring pelamar. Pelamar juga bisa langsung mencari tahu informasi mengenai perusahaan tersebut hingga deskripsi pekerjaan yang untuk posisi yang dilamar, karena biasanya perusahaan punya situs korporat tersendiri.

Namun, bagaimana jika cold call yang diterima dari perusahaan kecil? Nah, disini peran informasi sangat penting. Recruiter dalam hal ini perlu untuk menyampaikan informasi yang cukup lengkap mengenai lowongan yang tersedia. Jika ada situs dimana pelamar bisa mencari tahu informasi mengenai perusahaan, tentu lebih baik. Jika perlu, berikan pula nomor telepon yang bisa dihubungi seandainya pelamar tersesat ataupun ingin mencari informasi lebih lanjut.

Tidak peduli dari perusahaan kecil maupun besar, seringkali cold call mengganggu bagi orang, karena mereka merasa privasinya terganggu. Oleh karena itu, recruiter perlu untuk berlaku lebih sopan dalam melakukan cold call. Pertama, sebutkan darimana memperoleh nomor telepon yang bersangkutan. Kedua, tanyakan apakah ia sudah bekerja atau belum. Ketiga, sampaikan bahwa ada peluang kerja yang tersedia di perusahaan A untuk posisi X, dan tanyakan apakah ia tertarik. Terakhir, jika ia tertarik, maka sampaikan informasi lanjutan seperti datang seleksi tes dan sebagainya.

Hal yang tidak disukai dari cold calling adalah campuran dari kurangnya informasi mengenai posisi lowongan yang tersedia dan informasi perusahaan, ketidaknyamanan dari fakta bahwa nomor telepon bisa jatuh di pihak yang tidak dikenal, ataupun merasa waktu mereka terganggu.

Sehingga, recruiter harus menyiapkan suatu cold call yang singkat, padat, jelas dan yang penting beretiket dalam rangka melaksanakan cold call secara efektif.

Sumber: http://vibizmanagement.com

Leave a Reply