Merekrut Karyawan, Gampang-Gampang Susah

169710978

Foto: gettyimages.com

Bagi perusahaan kecil yang baru mulai, merekrut karyawan merupakan hal paling penting yang harus dilakukan. Tidak mungkin seorang CEO merangkap akuntan, marketing dan resepsionis sekaligus, bukan? 12 tips berikut ini mungkin akan membantu proses perekrutan karyawan bagi Anda yang memulai bisnis baru.

1. Menentukan posisi dan tanggung jawab
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan semua aspek yang diperlukan dalam bisnis Anda, kemudian menjabarkan secara detail tugas atau tanggung jawab setiap posisi yang diperlukan.

2. Gaji
Anda pun harus melakukan riset untuk menentukan gaji yang layak dan disesuaikan dengan cash flow bisnis Anda di masa mendatang. Jangan lupa untuk membuat keputusan apakah Anda membutuhkan karyawan tetap, kontrak, paruh waktu atau bahkan tenaga kontrak temporer.

3. Biaya tak terduga
Bukan hanya gaji yang harus diperhitungkan, tetapi juga komputer, akses internet, peralatan kantor, dan mungkin lebih banyak lagi.

4. Tempat mencari kandidat
Mencari kandidat dari lingkungan terdekat merupakan ide yang bagus, yaitu teman Anda atau keluarga. Anda juga bisa mendatangi bisnis atau industri lokal dan sounding ke mereka bahwa Anda sedang mencari orang yang tertarik bekerja di perusahaan kecil atau berkembang. Selain itu, pasang iklan di media cetak lokal atau website bisa menjadi pilihan.

5. Interview
Siapkan pertanyaan-pertanyaan mendalam yang akan menggali karakter dan potensi calon karyawan atau memberikan gambaran cara ia mengatasi berbagai masalah. Anda juga sebaiknya mengecek referensi pendidikan dan pekerjaan sebelumnya. Setelah Anda melakukan negosiasi dengan calon karyawan, tulis segala hal yang berhubungan dengan gaji, deskripsi kerja, dan tanggal efektif mulai bekerja.

6. Insentif dan bonus
Calon karyawan akan mengerti bahwa bisnis baru belum bisa memberikan gaji yang tinggi. Namun Anda dapat memberi solusi dengan adanya bonus berbasis performa. Hal ini akan membatasi fixed cost Anda sekaligus mendorong karyawan untuk maju.

7. Perkembangan bisnis
Bisnis yang telah berkembang baik secara skala ataupun penjualan akan membuat proses perekrutan karyawan lebih rumit lagi, misalnya ketentuan bayaran lembur, asuransi kesehatan, absensi dan lain-lain.

8. Segi Hukum
Perhatikan juga hak dan kewajiban karyawan yang tercantum dalam perundang-undangan tenaga kerja. Anda sebaiknya menghubungi konsultan HRD lokal untuk mencari tahu lebih dalam mengenai hal ini.

9. Outsource
Payroll dan pajak yang berhubungan dengan karyawan bisa juga diambil alih oleh perusahaan outsource profesional supaya Anda tidak repot mengurusnya.

10. Handbook untuk karyawan
Daripada menghamburkan waktu manajer, sebaiknya Anda membuat handbook berupa kumpulan pertanyaan-pertanyaan dasar yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Termasuk di dalamnya mengenai pelecehan seksual, penggunaan internet dan e-mail perusahaan, etika, pemutusan hubungan kerja dan lain-lain.

11. Dokumentasi
Pastikan Anda memiliki dua file untuk setiap karyawan, satu berhubungan dengan pekerjaan dan satu lagi mengenai informasi rahasia. Ada baiknya juga Anda membuat review performa yang akan membantu Anda dan karyawan mencapai tujuan dan fokus dalam pekerjaan.

12. Ciptakan atmosfir kesenangan
Anda mungkin melihat ada karyawan potensial yang kurang antusias dalam menjalankan bisnis Anda. Trik yang perlu Anda lakukan adalah membagi rasa antusias Anda terhadap bisnis Anda untuk menginspirasi karyawan dengan kegembiraan, harapan, kesempatan, dan kesenangan. Camkan juga pada mereka bahwa mereka bahkan memiliki kemampuan untuk mengarahkan potensi mereka dengan bergabung perusahaan kecil.

Sumber: http://www.solusiukm.com

Leave a Reply