Pikiran Positif & Kepemimpinan

leadershipAnda adalah seorang yang berpengaruh dimana dibawah Anda ada sejumlah orang yang Anda pimpin. Anda sangat menentukan kemanakah mereka akan berjalan dan akan menjadi apa. Arahan yang datang dari Anda, prilaku Anda, sikap Anda, cara Anda memutuskan sesuatu menjadi sorotan bawahan Anda tanpa Anda sadari.

Seorang pemimpin sebenarnya sangat berkuasa namun sebenarnya juga menjadi seperti ikan di aquarium yang diperhatikan orang dalam segala situasi dan kondisi. Katakan saja Jokowi, sebagai Gubernur Jakarta ia menjadi sorotan banyak orang. Ya benar, ialah yang memimpin Jakarta, namun semua yang ia lakukan sangat menarik atensi masyarakat untuk dibicarakan, digosipkan atau pun disanjung.

Penting bagi Anda sebagai seorang pemimpin untuk berpikir positif tentang segala sesuatu. Kalau saja Anda adalah pengikut dan bukan pemimpin maka berpikir positif hanya akan berdampak bagi diri Anda sendiri dan tidak akan mempengaruhi siapapun.
Tapi, jika Anda adalah seorang pemimpin maka pikiran positif Anda akan nampak dalam sikap, tingkah laku, pola pikir, pengambilan keputusan, rutinitas kerja, arahan bagi karyawan dan sebagainya.  Berpikir positif adalah suatu hal yang mudah, yang dapat dilakukan semua orang. Berpikir positif sesungguhnya adalah suatu kekuatan yang menakjubkan. Saat Anda berpikir positif dalam posisi Anda sebagai seorang pemimpin, seluruh organisasi …seluruh pengikut ..dapat terhisap dalam pemikiran Anda.

Sehingga perlu untuk disadari bahwa seorang pemimpin menjadi seorang yang luarbiasa mempengaruhi banyak orang. Kekuatan pemikiran positif Anda akan menghasilkan banyak hal yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang.  Sebaliknya berpikiran negatif hanya akan mematikan harapan, membunuh motivasi, menghancurkan prestasi dan potensi para pengikut. Pada masa kini pikiran positif bahkan dimasukkan dalam salah satu disiplin ilmu untuk dipelajari lebih  mendalam.
Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan berpikir positif?

Menurut Ubaedy tahun 2007 berpikir positif adalah upaya kita untuk mengisi ruang-ruang di dalam pikiran yakni nalar, naluri dan nurani dengan berbagai bentuk pemikiran yang benar, baik dan bermanfaat.  Menurut saya, berpikir positif bukan sekedar  mengisi ruang dalam pikiran namun merupakan sesuatu buah dari jiwa yang benar yang berdampak pada pikiran dan perbuatan.  Istilah “Benar” bagi sebagian orang adalah membenarkan diri. Banyak orang membenarkan dirinya walaupun kelakuannya salah dengan tujuan mendapatkan ketenangan nurani. Padahal itu sama saja dengan menipu diri sendiri. Seorang pemimpin yang dituntut memiliki integritas yang tinggi tidak boleh membenarkan diri lalu menyebutnya sebagai pikiran positif dari semua yang ia lakukan dan mengatakan ujung-ujungnya untuk kebaikan walaupun caranya salah. Seringkali kita mendapati seorang pemimpin tidak bisa ditegur, tidak bisa dinasehati dan selalu merasa dirinya benar dan mengklaim bahwa dirinya berpikiran positif. Hal ini pada akhirnya  hanya membawa pada kemunafikan.

Seorang pemimpin sejati benar-benar memiliki pikiran positif yang lahir dari jiwa yang benar. Sehingga apapun yang ia lakukan memang adalah benar, bukan karena membenarkan diri. Sebagai contoh yang salah misalnya seorang pemimpin perusahaan melakukan penyuapan demi memenangkan sebuah tender, pemimpin menyatakan bahwa hal ini adalah wajar bila ingin menang memang harus mengeluarkan uang.   Sedangkan contoh yang benar misalnya sebuah perusahaan hampir pailit di masa krisis tapi sang pemimpin tidak kehilangan semangat, ia percaya bahwa krisis pasti berlalu dan harus terus berkarya dan dengan pikiran positifnya ia memberikan motivasi dan harapan kepada para karyawan.

Pikiran positif akan menjadi suatu pemicu manusia melakukan yang terbaik dari seluruh potensi yang ada padanya.

Belajarlah berpikir positif di dalam nilai-nilai kebenaran dan Anda akan melihat dampaknya luarbiasa untuk menumbuhkan kepercayaan para pengikut terhadap Anda. Bahkan bukan hanya itu, pikiran positif itu menular. Percaya atau tidak, jika Anda berpikiran positif tanpa Anda sadari Anda juga membangun komunitas yang berpikiran positif. Hargailah segala sesuatu, nilailah dengan kebenaran, bersyukurlah untuk setiap situasi dan kondisi walau tidak seperti yang diharapkan. Temukan kekuatan pikiran positif Anda sebagai pemimpin. Semoga berhasil!

(dr. Vera Herlina, SE, MM/IC/BL)

Sumber: businesslounge.co

Leave a Reply