Riset: Menjadi ‘Workaholic’ Hanya Merugikan Diri Sendiri

176637313

foto: gettyimages.com

Tak sedikit karyawan rela bekerja keras secara berlebihan demi bisa meraih kesuksesan dan mendapatkan promosi jabatan. Tak heran bila mereka selalu menganggap kantor ibarat rumah kedua. Apakah Anda juga seorang workaholic?

Seperti dikutip dari Daily Mail, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di University of Padova, Italia, ternyata menemukan fakta bahwa karyawan yang gila kerja itu justru hanya bisa merugikan diri mereka sendiri. Mengapa?

Tak hanya mengakibatkan kesehatan mereka menurun, tapi juga kinerja kerja mereka di kantor. Di samping meningkatkan ketegangan psikologis dan fisik, terlalu sering lembur di tempat kerja juga mengakibatkan peningkatan ketidakhadiran kerja karena sakit.

Workaholic itu didefinisikan sebagai seseorang yang bekerja baik secara obsesif dan kompulsif. Obsesif dalam arti ketagihan kerja dan kompulsif sendiri bisa digambarkan seolah-olah ada tekanan atau paksaan batin di dalam diri seseorang untuk terus bekerja.

Para workaholic inilah yang sering bekerja lembur hingga membawa pekerjaan mereka ke rumah. Padahal, ini hanya akan membuat mereka terlalu banyak berpikir dan waktu istirahat pun berkurang.

Yang seharusnya dilakukan yaitu, Anda harus bekerja sesuai dengan fisik dan mental yang memadai. Dengan begitu, kesehatan tak akan terganggu.

Tim di University of Padova itu melakukan survei terhadap 322 pekerja di sebuah perusahaan swasta selama 15 bulan. Setiap pekerja menyelesaikan kuesioner laporan diri untuk menetapkan seberapa jauh mereka memiliki sifat workaholic.

Tingkat seberapa stres mereka diukur berdasarkan laporan dari dokter. Lalu penilaian kinerja mereka, serta jumlah berapa hari mereka mengambil izin tidak masuk kantor karena sakit, telah diisi oleh supervisor.

Orang yang gila kerja itu selalu dikaitkan dengan tingkat stres yang berhubungan dengan kinerja buruk dan peningkatan absen sakit. Jadi, meskipun seorang workaholic bekerja keras selama berjam-jam, ketegangan mereka berada di bawah sehingga bisa mengurangi kinerja mereka dan lebih banyak mengambil waktu cuti untuk istirahat.

Sumber: http://wolipop.detik.com

Leave a Reply