Senioritas Vs Loyalitas Karyawan, Mana Yang Diinginkan Perusahaan?

Senioritas Vs Loyalitas Karyawan, Mana Yang Diinginkan Perusahaan?Mindset karyawan seringkali dicondongkan pada prinsip yang salah. senioritas disama-artikan dengan sikap loyalitas kepada perusahaan, padahal hal ini sama sekali berbeda. Senioritas berbicara masalah masa kerja karyawan pada perusahaan sedangkan loyalitas diukur dari kontribusi karyawan kepada perusahaan.

Banyak karyawan menuntut diberikan penghargaan yang lebih dari perusahaan dengan mengedepankan senioritas mereka, karena mereka sudah bekerja 10 tahun, 15 tahun atau bahkan 20 tahun mereka merasa sudah selayaknya mendapatkan tuntutan mereka.

Ini benar-benar pemikiran yang seharusnya segera diluruskan.  Apakah dengan bekerja sedemikian lama pada suatu perusahaan sudah dapat dipastikan bahwa karyawan tersebut memberikan prestasi kerja yang mendatangkan keuntungan kepada karyawan atau malah sebenarnya menjadi “beban/benalu” bagi perusahaan? dimana jika perusahaan berani berkata jujur, perusahaan menginginkan karyawan tersebut segera meninggalkan perusahaan alias mengundurkan diri.

Disinilah peranan HR praktisi untuk memimpin, mengedukasi dan membangun pemikiran yang benar mengenai perbedaan senioritas dan loyalitas. Senioritas yang hanya berdasarkan masa kerja dan tidak ada penilaian prestasi kerja didalamnya tidak dapat disamakan dengan loyalitas.  Bisa saja masa kerja seorang karyawan tahunan namun tidak berprestasi sama sekali dan bahkan mungkin sekali karena ia tidak mendapatkan peluang di perusahaan lain atau “tidak laku” diluar. Sementara loyalitas diukur dari “kontribusi” yang diberikan kepada perusahaan untuk mencapai target atau tujuan perusahaan.  Loyalitas berbicara totalitas kerja karyawan demi kemajuan perusahaan.

Ada indikator yang dapat kita jadikan dasar penilaian seorang karyawan dinyatakan loyal terhadap perusahaan:

1. Selalu/sering dilibatkan perusahaan/manajemen dalam membicarakan masalah yang dihadapi perusahaan. Kehadirannya dirasakan penting karena seringkali memberikan ide-ide sebagai alternative solusi atas persoalan tersebut.

2. Selalu atau lebih sering menghasilkan karya/hasil kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan bahkan lebih. Tidak hitung-hitungan dalam bekerja.

3. Menunjukkan sikap kerja yang semangat, gembira, aktif dan disiplin menjalankan kewajibannya sebagai karyawan.

4. Memberikan motivasi positif kepada team, rekan kerja dan lingkungan kerjanya.

5. Menunjukkan kebanggaan terhadap perusahaan kepada pihak luar pada setiap kesempatan. Selalu memberikan pernyataan positif terhadap perusahaan.

6.  Dihargai dan dipertahankan oleh perusahaan. Perusahaan selalu menunjukkan penghargaannya terhadap kinerjanya baik dalam bentuk materi maupun non materi tanpa diminta atau dituntut oleh karyawan tetapi justru perusahaan memberikannya dengan senang hati dan atas inisiatif perusahaan sendiri.

Bangkitkanlah semangat karyawan untuk berkarya secara terus-menerus dan bersikap positif terhadap perusahaan. Kecenderungan menuntut digantikan dengan memperbanyak koreksi diri untuk pengembangan dirinya dan selalu berpikir untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan.

Salam sukses untuk anda!

Sumber: http://businesslounge.co

 

Leave a Reply