Sikap HRD yang Menjadikan Dirinya Kawan atau Lawan Karyawan

leader

Foto: Gettimages.com

Banyak HR yang  menyebut dirinya sebagai seorang HR tapi hanya sebagian dari HR itu yang benar-benar sanggup menjalankan fungsinya sebagai seorang HR bukan hanya sebagai petugas administratif.  Ada juga seorang pemimpin  yang benar-benar efektif melakukan tugas seorang HR memberikan arahan, memperhatikan kedisiplinan anak buahnya, melakukan couching dan counseling dan memberikan pembinaan bagi anak buahnya.

Seorang HR diharapkan bukan hanya mengerjakan urusan administratif saja tetapi ada hal-hal berikut yang dimilikinya :
- Mata elang yang sanggup melihat karyawan yang potensil di semua bagian.
- Menjalankan visi perusahaan dan “menularkannya” pada seluruh bagian sampai ke level terendah.
- Mampu “meredam” kegalauan karyawan  jika ada situasi kondisi yang kurang mengenakkan.
- mampu mendorong loyalitas karyawan
- dapat mengurangi turnover karyawan
- Terbuka terhadap semua ide sebab tidak mungkin HR mengetahui segalanya di dunia ini, sehingga tetap saja membutuhkan masukan dari karyawan lain yang ahli dibidangnya.
- Melayani karyawan, membantu karyawan lain dan membimbing karyawan lainnya untuk berkembang.

Sering kali karyawan meninggalkan sebuah perusahaan bukan karena pekerjaannya tetapi karena lingkungan kerja yang kurang nyaman, hal tsb merupakan bagian dari HR, untuk membangun kenyamanan dalam lingkungan kerja sehingga menjadi harmonis karena itu diharapkan HR memiliki interpersonal skill untuk mendukung hal tsb. HR yang tidak dapat menjalani fungsinya akan meracuni atmosphere kerja, membuat orang menjadi tidak bersemangat dan akan berdampak pada penurunan produktivitas kerja.

Beberapa sikap HR yang berpotensi menimbulkan masalah dalam lingkungan kerja :
1. Respon HR terhadap sebuah ide dan saran selalu diawali dengan kata “tidak” dan “tetapi”.
2. Anda berusaha mencari pembenaran atas sikapnya (devensive) tetapi mudah men-judge orang lain.
3. Memperingatkan siapapun yang berbuat salah dan melakukannnya di depan umum.
4. Bersikap dingin demi terlihat bijaksana.
5. Menghilangkan kebenaran dan keadilan hanya demi kenyamanan yang didapatkan.
6. Selalu menempatkan paham “HR selalu benar”
7. Mudah marah dan cepat merasa frustasi jika terjadi sebuah perubahan.

Sumber: http://businesslounge.co/

Leave a Reply