Talent Management, Suatu Pilihan Sebagai Langkah Retensi

Talent Management, suatu Pilihan Sebagai Langkah RetensiIstilah bajak membajak pasti sudah tidak asing lagi bagi perusahaan-perusahaan besar. Saya pernah bertemu dengan orang yang sama tetapi perusahaannya berbeda pada 3 tahun berturut-turut. Tidak mengherankan dan dapat saja terjadi. Tahun kemarin di Bank A, tahun depan sudah di Bank B dan mengakhiri tahun di Bank C. Kadang terjadi saling berkomentar,”biasa…perputaran pasti di sini-sini saja.” Tidak hanya di dunia perbankan, tetapi di dunia industry lain yang sejenis juga dapat terjadi. Hari ini di Asuransi A, tahun depan di Asuransi B, begitu selanjutnya.

Ketika perusahaan B “membajak” dari perusahaan A pasti ia memberikan tawaran yang “menggiurkan”, tetapi kemudian mengapa perusahaan B bisa “terbajak” oleh perusahaan C? Apakah semata-mata perusahaan C memberikan penawaran yang lebih baik? Belum tentu.

Salah satu faktor yang saat ini ramai dipertimbangkan adalah bukan semata-mata masalah cash reward yang lebih baik tetapi juga adanya kesempatan untuk mengembangkan diri dan karir yang lebih baik. Bagaimanakah jika perusahaan berusaha sekuat tenaga untuk “membajak” tenaga kerja yang potensial namun hanya meluangkan sedikit waktu untuk mengembangkan talent tenaga kerja tersebut? Itulah sebabnya Talent Management semakin ditekuni oleh banyak perusahaan.

Pengertian Talent Management

Talent Management merupakan proses management di mana keberhasilan bisnis ditentukan oleh bakat dan kemampuan karyawan. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh McKinsey & Company pada tahun 1997, dimana kemudian management dirasa perlu untuk mengidentify dan mengembangkan bakat dari setiap karyawannya. Apabila perusahaan dapat mengembangkan karyawan-karyawannya secara individual, maka hal ini akan memungkinkan perusahaan tersebut bersaing dengan perusahaan lainnya. Dengan kata lain persaingan yang terjadi ada di level individual.

Talent Management dapat dikaitkan dengan 3 tahap:

1. Tahap recruitment, yaitu tahap dimana perusahaan menarik sebanyak-banyaknya calon karyawan yang berkopetensi, memiliki bakat serta komitmen.

2. Tahap On boarding, yaitu ketika karyawan baru saja direkrut maka diidentify apa yang menjadi bakatya lalu mulai disusun pengembangannya.

3. Tahap pengembangan pada existing employee. Sehingga dapat dikatakan tidak ada kata berhenti dalam pengembangan karyawan. Sebab semua karyawan akan terus menjalani pengembangan.

Adapun ke-3 hal di atas haruslah tetap berkaitan dengan bisnis utama perusahaan.

Penerapan Talent Management

Talent management diterapkan dengan tidak hanya memperhatikan kinerja tetapi juga potensi dari karyawan. Setiap perusahaan pasti akan menaruh perhatian kepada kinerja karyawannya. Lalu bagaimana dengan potensi? Bila management dapat menaruh perhatian kepada potensi yang dimiliki oleh karyawannya niscaya akan berdampak baik kepada masa depan perusahaan. Adapun potensi dapat berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kepribadian karyawan. Apabila seseorang dapat diidentifikasi potensinya dengan begitu baik maka dapat saja terjadi pergeseran komposisi maupun struktur organisasi.

Talent Management sebagai Salah Satu Langkah Retensi

Penerapan talent management dapat menjadi salah satu langkah retensi bagi beberapa perusahaan. Saat setiap individu dapat diidentifikasi potensi yang dimilikinya, maka management dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengembangkan potensi yang ada pada mereka termasuk menempatkan mereka pada area yang tepat. Saat itu karyawan akan sangat merasa dihargai secara pribadi oleh karena management mengembangkan mereka secara perorangan.

Hal ini akan sangat membantu perusahaan yang telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak mulai dari perekrutan, pelatihan karyawan baru hingga tahapan pengembangan.

Lalu siapakah yang bertanggung jawab untuk menerapkan talent management ini? Tentu saja pihak management yang kemudian dieksekusi oleh seluruh manager yang bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan para bawahannya.

Dengan diterapkannya Talent Management maka setiap individu akan terus dikembangkan untuk mencapai hasil maksimal guna memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan. Pengembangan individu tentunya akan memberikan keuntungan bagi karyawan itu sendiri. Ini adalah suatu benefit yang tidak dapat dinilai begitu saja dengan materi. Seseorang bisa saja menerima tawaran untuk bekerja di tempat lain dengan gaji mungki sedikit lebih kecil. Tetapi ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan bersertifikasi atau pelatihan di luar negeri. Faktor pengembangan diri seperti ini banyak mempengaruhi karyawan untuk tetap bertahan maupun mencoba untuk mengadu keberuntungannya di perusahaan lain.

Oleh karena itu, menerapkan Talent Management dapat menjadi pertimbangan untuk merentain karyawan-karyawan yang berkualitas.

(Ruth Berliana/IC/BL)

Sumber: businesslounge.co

 

Leave a Reply