Trik Hadapi Karyawan Kompeten tetapi Susah Diatur

Foto: Gettyimages.com

Foto: Gettyimages.com

Mengelola karyawan merupakan salah satu ketrampilan yang perlu dimiliki oleh seorang entrepreneur. Dan karena begitu majemuknya kepribadian para karyawan seiring dengan makin bertambahnya jumlah mereka saat usaha Anda berkembang, Anda juga perlu menguasai sedikit banyak seni mengelola tenaga kerja yang menjadi salah satu aset paling berharga bagi keberlangsungan bisnis.

Masalah yang banyak dihadapi pengusaha mungkin adalah bagaimana mencari dan menemukan orang yang berketrampilan sesuai yang ia butuhkan untuk memajukan usahanya. Namun, di sebagian kasus lain, kita bisa temui juga para pemilik bisnis yang kesulitan mengatur karyawan mereka yang berbakat dan berkompeten tetapi sering berulah. Mereka ini biasanya para jenius yang cenderung suka kebebasan dan mendobrak aturan yang sudah ditetapkan.

Pahami risikonya

Tugas Anda sebagai entrepreneur ialah bagaimana menyeimbangkan kohesi dan kreativitas pada tim Anda. Jika seorang pegawai mempengaruhi budaya perusahaan yang positif secara negatif, pertimbangkan masak-masak apakah Anda harus merumahkannya, karena secara jangka panjang ini akan mempengaruhi kinjera semua anggota tim.

Jangan memaksa mereka

Untuk menghindari kerugian bagi kedua belah pihak, Anda sebagai pemberi kerja perlu mempertimbangkan kemungkinan untuk memanfaatkan ‘keterbatasan’ si karyawan pemberontak sebagai sebuah kelebihan yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Apa yang Anda anggap sebagai cacat bisa jadi adalah juga kelebihan si karyawan. Misalnya saya seorang karyawan yang ingin mengendalikan semua detil proyek secara menyeluruh. Jika Anda menganggap ini sebagai gaya kerjanya yang unik, tidaklah menjadi soal asal Anda bisa menyalurkan hal ini untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan memberikan proyek terpisah untuk ia kerjakan sendiri. Anda bisa memaksimalkan bakatnya itu daripada memecatnya secara gegabah.

Terus bergerak

Berikan ruang bergerak dan kebebasan untuk berekspresi yang wajar bagi mereka ini. Mereka ini umumnya individu dengan tingkat kreativitas yang tinggi. mereka ingin ruang yang banyak untuk berkreasi secara independen tanpa dicampur tangani pihak lain bahkan oleh atasan mereka. (*AP)

Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com

Leave a Reply