Umpan Balik Bagi Pelamar, Perlukah?

dv1080004

foto: gettyimages.com

Salah satu sumbangsih sangat berharga yang dapat diberikan oleh sebuah perusahaan atau organisasi kepada masyarakat antara lain adalah upaya pengembangan sumber daya manusia di daerah di mana perusahaan itu berada, dan menurut hemat saya salah satunya adalah upaya untuk memberikan kesempatan pengembangan diri kepada para calon tenaga kerja.

Pada kenyataannya, banyak sekali calon tenaga kerja yang belum berhasil pada saat melamar suatu lowongan kerja, mungkin karena masih ada kelemahan-kelemahan yang dimiliki mereka, tetapi mereka belum mengetahui atau menyadarinya. Sering kali dijumpai pelamar pekerjaan yang harus banyak mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya pada saat mengajukan lamaran, misalnya pada saat harus menyiapkan berkas lamaran dan lampiran-lampirannya.

Akan tetapi mereka belum juga dapat berhasil mendapatkan pekerjaan sekalipun sudah puluhan bahkan ratusan berkas lamaran yang dikirimkannya ke berbagai perusahaan. Mereka hanya mengetahui bahwa dirinya tidak diterima, tanpa mengetahui apa yang menjadi kekurangannya, padahal wawancara atau tes seleksi telah dilakukan, tetapi pihak perusahaan atau staf SDM tidak memberikan umpan balik apapun, bahkan hasil wawancara atau tes pun tidak diumpanbalikkan kepada pelamar. Biasanya pelamar mengetahui dirinya tidak diterima hanya karena tidak ada panggilan dari perusahaan tersebut.

Sesungguhnya, akan sangat bermanfaat apabila perusahaan dapat secara empatik menyampaikan umpan balik tersebut, atau minimal bersedia memberikan umpan balik apabila diminta. Hal ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi pelamar untuk mempersiapkan dirinya lebih baik dari segi kompetensi ataupun teknik melamar pekerjaan di kemudian hari. Lebih lanjut pelamar pun dapat secara lebih efektif dan efisien dalam melamar pekerjaan berikutnya.

Masalahnya, mungkin pihak perusahaan menghindarkan konsumsi waktu dan tenaga dengan tidak dilakukannya komunikasi seperti ini, atau karena pihak perusahaan merasa kurang nyaman atau sungkan karena harus menunjukkan kelemahan seseorang yang belum dikenalnya dengan baik atau belum memiliki hubungan yang akrab. Akan tetapi, sesungguhnya para pelamar sangat memerlukan umpan balik seperti ini.

Namun apabila perusahaan memang berniat untuk perduli dan mau bertindak demi memberikan pelayanan untuk mengembangkan angkatan kerja atau calon angkatan kerja secara lebih luas di daerah atau negaranya, niscaya pemberian umpan balik seperti ini dapat dipertimbangkan dan dapat dimulai. Hal ini terutama mengingat bahwa perusahaan tidak hanya perlu untuk mencari keuntungan dan memberikan produk yang bermanfaat bagi orang banyak, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur untuk membuat masyarakat semakin baik termasuk dalam hal pengembangan kompetensi dan karakter.

Leave a Reply