Waspadai Bahaya Burnout di Tempat Kerja

Foto: gettyimages.com

Foto: gettyimages.com

Pernahkan anda merasakan kondisi dimana anda merasa kehilangan energi psikis maupun fisik ketika bekerja? Atau suatu keadaan dimana stress (tekanan) yang konstan membuat anda merasa kecewa, tidak berdaya dan benar-benar merasa lemas. Apabila ia, kemungkinan anda terkena sindrom burn out.

Burnout adalah suatu keadaan lelah emosi, psikologis, dan fisik yang diakibatkan oleh stress yang berlebihan dan berlangsung lama.Hal ini muncul ketika kita merasa kewalahan dan tidak mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang ada secara terus menerus. Selama stress berlanjut, kita mulai kehilangan minat dan motivasi pada pekerjaan.

Maslach dan Jackson mendefinisikan burnout sebagai kehilangan secara bertahap kepedulian dengan rekan kerja yang akan membawa seseorang kepada keadaan mengisolasi diri atau kebencian dan keterasingan, burnout merupakan suatu proses bukan hanya sekedar kondisi kejiwaan semata, dan bersifat progresif, dengan kata lain ia terakumulasi dalam diri. Hal ini tidak berdampak serius apabila tidak terakumulasi.

Burnout diakibatkan oleh faktor-faktor dalam lingkungan kerja, seperti misalnya beban kerja yang terlalu berat, kurang jelasnya hak dan tanggung jawab kerja, konflik peran, ataupun kurangnya reward yang diperoleh. Harap dipahami reward yang dimaksud tidak selalu identik dengan materi, namun juga berupa dukungan psikologis.

Gejala berikut dapat mengindikasikan Anda mengalami burnout :

1.Hilang energy
Bangun di pagi hari dan Anda tetap merasa kurang energy, Anda merasa lelah meskipun sebenarnya sehat. Kondisi psikosomatik ini menunjukkan ketidakpuasan yang dimulai dalam pikiran telah menyebar ke tubuh.

2.Depresi
Hari demi hari, Anda kian merasakan bekerja sebagai beban sehingga menciptakan depresi yang kronis.

3.Kurang motivasi
Anda tidak lagi memiliki antusiasme dalam bekerja, Anda cenderung kurang menyediakan diri untuk proyek-proyek baru dan tidak bekerja di kinerja puncak saat ini.

4.Sulit tidur
Bagi banyak orang, kegelisahan pikiran membuat sulit tidur. Hal ini menciptakan lingkaran setan karena orang yang tidak cukup tidur lebih berpeluang melakukan pekerjaan dengan buruk, yang menyebabkan perasaan tidak mampu dan kelelahan.

5.Keputusasaan
Ini mungkin gejala yang paling merusak, orang-orang yang burnout ingin meninggalkan pekerjaan mereka, tetapi mereka merasa bahwa tidak akan ada perusahaan lain yang menginginkan mereka. Mereka mulai kehilangan harapan atas masa depan, yang berdampak luas ke semua bidang kehidupannya.

Burnout terkait dengan bekerja dalam pekerjaan berkadar stress tinggi dalam jangka lama, dikombinasikan dengan kepribadian dan masalah pribadi. Sedikit stress dapat menguntungkan Anda, tapi stress yang terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda. Jika terus berlanjut, Anda berada pada titik di mana Anda harus berhenti bekerja. Baterai Anda ibaratnya sudah kosong.

Burnout dapat terjadi dalam profesi apa pun, tapi orang-orang yang bekerja dalam bidang layanan dan dukungan memiliki risiko lebih tinggi. Perawat, polisi, guru, dan staf pelayanan pelanggan dapat terjebak antara apa yang mereka inginkan dan apa yang dapat dilakukan organisasi. Orang yang memiliki tuntutan tinggi terhadap diri mereka sendiri dan yang bermasalah pribadi atau keluarga juga lebih rentan mengalami burnout.

Bila Anda mengalami gejala burnout, sebaiknya Anda mengambil cuti untuk beristirahat. Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog, orang-orang terdekat atau mentor Anda untuk mencurahkan masalah dan mendapatkan nasihat. Berganti profesi yang kurang membuat stres dapat menjadi pilihan tindakan dalam jangka menengah atau panjang.

Untuk dapat mencegah burnout, Anda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk secara efektif mengatasi stres. Jadi, Anda belajar mengenali sinyal stress pada diri Anda dan bagaimana menyikapinya. Ada banyak pilihan metode manajemen stress yang dapat Anda terapkan. Gaya hidup seimbang melalui penerapan 12 tips menjaga kesehatan jiwa dapat mencegah Anda mengalami stress yang berakumulasi menjadi burnout.

Sumber: http://doktersehat.com

Leave a Reply